Di Mana Muktamar NU Pertama Kali Digelar?

July 2026 ยท 2 minute read

AKURAT.CO Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) pertama kali digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada 21 Oktober 1926. Kota tersebut menjadi lokasi awal forum permusyawaratan tertinggi NU yang hingga kini menjadi agenda penting untuk mengevaluasi kepengurusan, menetapkan arah organisasi, dan memilih kepengurusan baru.

Mengutip buku Ensiklopedia Nahdlatul Ulama: Sejarah, Tokoh, dan Khazanah Pesantren karya M. Imam Aziz, Surabaya juga menjadi lokasi penyelenggaraan Muktamar NU kedua dan ketiga. Kota tersebut dipilih karena memiliki kaitan erat dengan sejarah berdirinya NU.

Nahdlatul Ulama didirikan oleh para ulama pesantren Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) pada 31 Januari 1926 atau 16 Rajab 1344 Hijriah. Pembentukan NU berlangsung di kediaman KH Abdul Wahab Chasbullah di kawasan Kertopaten, Surabaya.

Dalam kepengurusan awal PBNU, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari dipercaya sebagai Rais Akbar, sedangkan KH Hasan Gipo menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah.

Baca Juga: FMNN Ingatkan Bahaya Intervensi Kekuasaan dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Setelah tiga kali diselenggarakan di Surabaya, Muktamar NU mulai digelar di berbagai kota. Muktamar berlangsung di Semarang pada 1929, Pekalongan pada 1930, Cirebon pada 1931, Bandung pada 1932, Jakarta pada 1933, dan Banyuwangi pada 1934.

Muktamar NU pertama di luar Pulau Jawa digelar di Banjarmasin pada 1936. Sementara itu, Muktamar yang direncanakan berlangsung di Palembang pada 1941 tidak terlaksana akibat pecahnya Perang Asia Pasifik.

Selama enam tahun masa pendudukan Jepang, NU tidak menyelenggarakan Muktamar. Forum tersebut kembali digelar setelah Indonesia merdeka, yakni pada 1946 di Purwokerto.

Sejak itu, Muktamar NU terus berpindah dari satu daerah ke daerah lain di Indonesia. Pada 2026, Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.