Jakarta (ANTARA) - Penasihat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Zainudin Maliki menilai program desa wisata yang dijalankan oleh Kementerian Pariwisata berpotensi dikembangkan menjadi penggerak perekonomian perdesaan.
Dia mengutip data pemerintah yang menunjukkan bahwa desa wisata menyumbang sekitar 20 persen dari 25 juta sampai 27 juta tenaga kerja yang diserap oleh sektor pariwisata nasional.
"Ini menunjukkan desa wisata sangat strategis dan potensial untuk terus dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa," katanya dalam acara dialog di Jakarta, Jumat.
Zainudin lantas menyebutkan desa-desa wisata yang dinilai sudah berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, seperti Desa Ponggok di Klaten yang bisa menghasilkan hingga Rp12 miliar dari usaha pengelolaan wisata air.
Selain itu, ada Desa Kembangbelor di Mojokerto yang membagikan dividen sekitar Rp4,5 miliar setiap tahun kepada warganya serta Desa Wisata Setigi di Gresik yang berhasil mengubah area bekas tambang kapur menjadi destinasi wisata alam dan membukukan keuntungan Rp4,5 miliar pada 2020.
Di samping mendatangkan manfaat ekonomi, pengembangan desa wisata berdampak positif terhadap upaya pelestarian warisan budaya.
Sebagai contoh, pengembangan desa wisata di daerah wisata budaya Suku Samin di Blora dan Suku Osing di Banyuwangi mendukung pelestarian kebudayaan sekaligus mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakatnya.
Baca juga: Koperasi buka akses pembiayaan bagi pengelola desa wisata
Zainudin mengatakan bahwa Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menjadikan pengembangan desa wisata sebagai salah satu pilar utama pembangunan desa dan pemerataan ekonomi.
Menurut dia, pembangunan desa merupakan fondasi untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.
Indonesia memiliki 75.266 desa. Kemajuan desa-desa tersebut akan berdampak langsung terhadap kemajuan bangsa.
"Kalau desa bangun, berarti Indonesia juga bangun. Karena itu slogan kami adalah Bangun Desa, Bangun Indonesia," kata Zainudin.
Dia menyampaikan bahwa upaya pembangunan dan peningkatan perekonomian desa membutuhkan kerja sama lintas sektor.
Oleh karena itu, ia mendorong perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan desa wisata dengan riset, inovasi, serta program pendampingan dan pemberdayaan masyarakat yang mereka jalankan.
"Kami berharap perguruan tinggi dapat memberikan sentuhan inovasi dan pendampingan agar desa wisata tidak hanya sukses, tetapi juga berkelanjutan," katanya.
Baca juga: Penglipuran dijadikan sebagai percontohan desa wisata
Baca juga: Lampung jadikan Pugung Raharjo sebagai desa wisata budaya
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.