Jakarta -
HUT ke-81 Republik Indonesia (RI) semakin dekat. Sebuah coffee shop asal Maroko turut merayakan kemerdekaan Indonesia dengan menghadirkan menu Nusantara.
Hari kemerdekaan Indonesia selalu disambut meriah. Tak terkecuali dilakukan oleh coffee shop asal Maroko, Bacha Coffee. Mereka secara khusus menghadirkan menu-menu Nusantara.
Menu utama menjadi salah satu yang dihighlight. Pilihannya mulai dari East Javanese Spiced Duck yang terinspirasi dari nasi bebek khas Jawa Timur, Norwegian Salmon & Spiced Coconut Stew yang terinspirasi dari lodeh salmon, serta Australian Wagyu Beef Striploin yang terinspirasi dari semur daging.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada menu yang terinspirasi dari salmon lodeh enak di Bacha Coffee. Foto: Diah Afrilian/detikcom
Pilihan Menu Utama yang Autentik
Mengunjungi Bacha Coffee pada Selas (11/8/2026), tim detikFood mencicipi menu utamanya yaitu East Javanese Spiced Duck. Menu ini terinspirasi dari bebek khas Jawa Timur, khususnya bebek bumbu hitam seperti di Madura.
Dalam seporsi hidangannya dilengkapi dengan nasi kecombrang, sambal terasi, bebek goreng, urap, serta kerupuk gendar. Nasi kecombrang yang dimasak pulen menyajikan aroma yang mengunggah selera.
Cincangan kecombrang kasarnya masih dominan walaupun sedikit pedas karena diracik dengan bumbu lainnya seperti bawang merah dan cabai.
Untuk bebek gorengnya, patut diacungi jempol. Bebek dengan potongan sedang digoreng hingga renyah bagian kulitnya, tetapi tetap juicy dan lembut dagingnya. Tak ada aroma amis atau tekstur alot sama sekali.
Sementara untuk bumbu hitamnya didominasi rasa gurih dengan minyak yang tak terlalu banyak jika dibandingkan dengan bebek goreng pada umumnya.
Urap sebagai komponen pelengkapnya memiliki racikan bumbu yang terasa kuat. Apalagi ketika tercampur dengan bumbu hitam dari bebeknya memberikan rasa gurih yang lebih kompleks.
Seporsi East Javanese Spiced Duck ini sudah cukup memenuhi kebutuhan makan. Mulai dari karbohidrat, protein, hingga sayur.
Tak hanya kopi dari Afrika, ada juga beberapa biji kopi asli Indonesia yang disajikan di Bacha Coffee. Foto: Diah Afrilian/detikcom
Kopi Asal Indonesia yang Bersaing
Menu-menu khas Nusantara di Bacha Coffee juga bisa dipadukan dengan biji kopi asal Indonesia. Walaupun Bacha Coffee berasal dari Maroko, tetapi ada lebih dari 200 biji kopi yang bisa dipilih di sini, termasuk kopi asli Indonesia.
Bacha Coffee memiliki beberapa pilihan biji kopi Indonesia seperti Tobamis, Java Blue, Luwak, dan Surabaya Gold yang merupakan perpaduan antara biji kopi Indonesia dan Afrika.
Tobamis merupakan biji kopi dari Sumatera Utara. Diseduh dengan teknik manual brew menggunakan kain halus atau cloth, kopi ini tersaji dengan aroma khas cokelat yang dominan.
Saat disesap rasa cokelatnya juga lebih dominan. Diiuti dengan acidity yang tipis di pangkal lidah yang tertinggal setelah kopi diseruput dan ditelan. Untuk kepekatan atau bodynya sendiri cenderung medium to full.
Jika ingin lebih creamy juga bisa ditambahkan chantily cream. Sentuhan rasa manis yang tipis dengan karakter khas kopinya lebih halus. Bisa juga ditambahkan vanila agar rasa asam khas kopinya lebih lembut.
Namun, kalau lebih suka kopi yang karakternya lebih santai, kamu bisa mencicipi Java Blue. Biji kopi yang didatangkan dari Jawa Barat ini punya karakter rasa yang lebih seimbang.
Antara rasa pekat khas kopi dan kadar asamnya tak ada yang mendominasi. Karakternya cenderung fruity atau asam khas buah dengan aftertaste yang lebih bersih setelah disesap.
Salah satu menu unik yang disjaikannya ialah croissant dengan isian ketan hitam. Foto: Diah Afrilian/detikcom
Inovasi Croissant dan Dessert dengan Sentuhan Nusantara
Tak hanya menu utama dan kopi, tetapi berbagai inovasi juga dihadirkan oleh Bacha Coffee melalui croissant dan dessert. Croissant yang biasanya identik dengan makanan khas Eropa diberi sentuhan Nusantara yang unik.
Ada Black Sticky Corissant yang terinspirasi dari bubur ketan hitam. Croissant yang flaky diisi dengan ketan hitam dan white cokelat.
Rasanya lebih creamy dan tetap manis selayaknya bubur ketan hitam. Bedanya, santan dan gula merah yang biasanya melengkapi ketan hitam diganti menggunakan cokelat putih.
Selain itu ada juga Chicken Spiced Croissant yang terinspirasi dari tongseng ayam. Aroma bumbu dan rempahnya benar-benar mendekati seperti ketika semangku ktongseng disajikan di atas meja.
Potongan ayam sebagai isiannya besar-besar dengan tekstur yang masih juicy dan lembut. Pada bagian larnya diberi taburan bumbu serundeng yang membuatnta semakin unik.
Bedanya, pada croissant ini tekstur pastrynya lebih soft tidak terlalu flaky seperti sajian croissant pada bacha Coffee lainnya. Namun upayanya dengan menyajikan tongseng ayam dalam croissant perlu diaprsiasi sebab racikan bumbunya terasa autentik.
Avocado Entremet yang menjadi menu penutup spesialnya juga tak kalah unik. Sajian ini dibuat terinspirasi dari alpukat kocok yang hanya ditemukan di Indonesia.
Menu khas Nusantara di Bacha Coffee tak hanya akan disajikan selama pekan perayaan kemerdekaan saja. Namun akan berlangsung mulai dari 8 Agustus - 20 September 2026.
Ada beberapa paket yang ditawarkan untuk menu-menu spesial tersebut. Paket berupa 1 kopi dan 1 dessert dengan harga Rp288.000++ maupun paket yang lebih lengkap berupa 1 kopi, 1 hidangan utama, serta 1 dessert atau makanan penutup yang dibanderol Rp378.000++.
Main course khusus Nusantara hanya akan tersedia pada Bacha Coffee Plaza Senayan. Sementara menu Black Sticky Croissant, Chicken Spiced Croissant juga disediakan pada gerai Bacha Coffee lainnya.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Tugu Kunstkring Paleis: Restoran Klasik dengan Makanan Nusantara"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)