
Sumber gambar, AuthenticallyDeb
- Penulis, Lucy Hooker
- Peranan, Reporter bisnis
Telah diterbitkan 2 jam yang lalu
Waktu membaca: 4 menit
Jari tengah Deb Marino tampak mencolok. Sebuah cincin emas yang bertahtakan berlian melingkar di jari tersebut.
"Tentu saja ini cincin jari tengah, karena kenapa tidak?" kata blogger yang berbasis di Florida itu di akun TikTok-nya.
Cincin tersebut sejatinya adalah cincin pertunangannya. Setelah bercerai, perempuan berusia 34 tahun itu tetap memakainya karena membuang cincin menyiratkan penyesalan—sesuatu yang tidak dirasakannya. Bagaimanapun juga, pernikahannya memberinya seorang putri.
Dia juga tidak ingin menyimpannya karena terasa seperti pemborosan.
"Saya tidak ingin cincin itu terkunci di dalam kotak," katanya. "Berlian itu berharga."
Selain itu, terkadang dia memang merasa ingin mengacungkan satu jari setelah pernikahannya berakhir.
Deb adalah bagian dari tren yang kian berkembang: cincin perceraian.
Deb memasang berlian dari cincin pertunangannya di salah satu ujung dan menambahkan safir baru di ujung lainnya untuk melambangkan putrinya. Biayanya mencapai US$3.000 (Rp53,9 juta).
Jumlah itu cukup besar, apalagi ditambah biaya perceraian yang mahal.
Nilai jual kembali cincin biasanya hanya sekitar 30% dari harga aslinya. Karena itu, bagi banyak orang, memodifikasi perhiasan lama terasa sebagai investasi yang lebih baik.
Pernyataan Deb melalui cincin jari tengahnya sejalan dengan apa yang disebut halaman-halaman majalah mode sebagai "hot divorcee summer" tahun ini—sebuah pesta perceraian yang membebaskan.
Cincin perceraian juga bisa menjadi cara untuk menandai semacam kebebasan finansial, kata Kate Daly, salah satu pendiri Amicable, perusahaan Inggris yang menawarkan layanan perceraian yang dimediasi.
"Seluruh hidup Anda terasa terlempar ke udara," katanya. "Keuangan Anda berada di bawah tekanan yang luar biasa."
Jika pada titik itu seorang perempuan memutuskan membeli cincin baru, itu merupakan tanda bahwa ia membuat keputusan keuangannya sendiri dan "tidak perlu meminta izin kepada siapa pun", kata Daly.
"Sangat mudah untuk menganggapnya sepele, tetapi mungkin itu adalah keputusan pengeluaran besar pertama yang dibuat dalam waktu yang sangat lama, dan tentu saja mungkin keputusan terbesar yang dibuat sendiri."

Sumber gambar, Ceri Evans
Cincin perceraian milik Ceri Evans bukanlah hasil modifikasi, melainkan sebuah awal baru. Tiga berlian besar pada cincin platinum bergaya art deco yang dikenakan di jari manis tangan kanannya.
"Saya menyebutnya cincin USA," candanya. "Deklarasi kemerdekaan saya."
Ceri membeli cincin senilai £3.000 (Rp72,1 juta) itu setelah berpisah dari suaminya tahun lalu.
Dia membayarnya dengan uangnya sendiri "demi pembangkangan", bukan dari harta gono-gini, kata perempuan berusia 58 tahun dari Wales tersebut.

Sumber gambar, Alex Proie
Alex Proie di Pennsylvania, AS, membuat cincin perceraian, yang dibuat dari emas dan berlian, dengan memodifikasi cincin peringatan ulang tahun pernikahan kelima miliknya. Dia masih bergulat dengan campuran berbagai perasaan.
Pada usia 31 tahun, ia berpisah dari suaminya setelah tujuh tahun menikah. Alex akhirnya berani mengungkapkan bahwa dirinya gay.
"Mantan suami saya adalah bagian besar dari tahun-tahun pembentukan diri saya sebagai orang dewasa muda," katanya. "Itu sesuatu yang ingin saya bawa bersama saya."
Cincinnya memiliki tujuh berlian oval kecil dan desain gelombang yang menurutnya menggambarkan pasang surut kehidupan yang tak terelakkan.
Setelah perceraian, ia harus kembali bekerja di bidang penjualan untuk meningkatkan pendapatannya, dan cincin baru itu membantunya mengingat bagaimana ia berhasil membangun kembali hidupnya dari nol.
"Perceraian itu sangat sulit dan ketika saya memulai lagi, saya tidak tahu seperti apa hidup saya nantinya, dan saya tidak tahu apakah secara finansial saya akan mampu melakukan hal seperti ini untuk diri sendiri."

Sumber gambar, Lylie
Dalam utas Reddit, sejumlah warganet mendiskusikan apa yang mereka lakukan terhadap cincin pernikahan dan pertunangan mereka setelah bercerai. Beberapa mengatakan mereka terus memakainya, terkadang untuk menangkal orang-orang yang berupaya melakukan pendekatan.
Yang lain menyimpannya di laci, jauh dari pandangan.
Ada pula yang mengaku telah membuangnya—ke tempat sampah, ke laut, atau melemparkannya keluar jendela mobil.
Namun banyak yang mengatakan bahwa mereka memang ingin menandai kehidupan baru mereka dengan semacam pengeluaran khusus, mulai dari liburan mewah, tato, sepasang sepatu baru, mengganti rumput halaman, atau merenovasi kamar tidur.


