China nyatakan keprihatinan serius atas pembatasan dagang AS

July 2026 · 2 minute read

Istanbul (ANTARA) - Wakil Perdana Menteri China He Lifeng menyatakan keprihatinan serius atas pembatasan ekonomi dan perdagangan terbaru Amerika Serikat terhadap China dalam pertemuan melalui video dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.

Kedua pihak menggelar pertukaran pandangan yang terbuka, mendalam, dan konstruktif mengenai pelaksanaan kesepakatan yang dicapai para pemimpin kedua negara saat pertemuan mereka di Beijing, menurut kantor berita China, Xinhua pada Jumat.

"Mereka juga membahas mempertahankan stabilitas hubungan ekonomi dan perdagangan, memperluas kerja sama praktis, serta menangani dengan baik kekhawatiran masing-masing pihak pada tahap berikutnya,” kata Xinhua.

Kantor Perwakilan Dagang AS baru-baru ini mengumumkan tarif sebesar 12,5 persen terhadap produk impor dari China.

Para pejabat sepakat untuk lebih memanfaatkan mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan China-AS guna memperkuat komunikasi, membangun rasa saling percaya, menghilangkan keraguan, serta memperluas kerja sama.

Kedua pihak juga berkomitmen mendorong perkembangan yang stabil dan positif dalam hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral serta berkontribusi pada pembangunan hubungan konstruktif yang ditandai dengan stabilitas strategis.

Adapun pembicaraan tersebut berlangsung menjelang rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke AS pada akhir September. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio baru-baru ini mengatakan pertemuan tingkat tinggi tersebut tetap sesuai rencana meski Presiden Donald Trump menuduh China telah ikut campur dalam pemilihan AS.

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai setelah pertemuan Trump dan Xi pada Mei, Beijing setuju untuk mengatasi kekhawatiran Washington terkait kekurangan pasokan dalam rantai pasok unsur tanah jarang dan mineral penting lainnya.

Kesepakatan tersebut juga mengharuskan China mengatasi pembatasan penjualan peralatan dan teknologi pemrosesan yang digunakan dalam produksi material tersebut.

Selain itu, Beijing berkomitmen membeli sedikitnya produk pertanian AS senilai 17 miliar dolar AS per tahun hingga 2028, di luar komitmen-komitmen sebelumnya.

Sumber: Anadolu

Baca juga: RI dan China perkuat kemitraan untuk transisi energi dan aksi iklim

Baca juga: Intelijen AS ungkap China "miliki" data 220 juta pemilih Amerika

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.