Cerita Surya Saputra Berakting di Film Menang untuk Kalah Setelah 24 Jam Melek Tanpa Tidur

September 2026 ยท 3 minute read

Liputan6.com, Jakarta - Rumah produksi Para Kreator resmi meluncurkan teaser trailer dan poster film drama keluarga terbaru bertajuk Menang untuk Kalah. Film garapan sutradara Hasto Broto ini mengangkat kisah perjuangan seorang kepala keluarga yang menghadapi tekanan ekonomi hingga mengambil keputusan yang berdampak besar bagi keluarganya.

Hasto Broto mengungkapkan para pemain memberikan totalitas selama proses syuting. Salah satunya Surya Saputra yang memerankan karakter Bima, yang rela tak tidur selama 24 jam demi mendapat ekspresi wajah yang benar-benar lelah tanpa bantuan riasan.

"Tidak banyak treatment sih, karena pemain semua memiliki rasa. Dan mereka memahami isi cerita, terutama permintaan saya khusus buat Bima. Karena saya butuh lebih kepada ekspresi, fisik, ada satu scene yang saya buat khusus untuk tidak tidur selama 24 jam. Saya bilang jangan tidur, karena saya butuh ekspresi dia tanpa make up. Terima kasih untuk semua pemain yang sudah totalitas di film ini," tutur Hasto Broto di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Surya Saputra menyanggupi permintaan tersebut demi menghadirkan emosi yang sesuai dengan kebutuhan adegan. Suami Cynthia Lamusu itu mengungkapkan scene tersebut menjadi salah satu bagian penting karena memperlihatkan kondisi Bima yang sedang marah sekaligus mengalami kehancuran emosional.

"Adegan itu diminta sama Pak Hasto dan emang berpengaruh sekali. Itu adegan puncak, saat lihat saya lagi marah-marah dan hancur. Dan hari itu ekstra, karena Persib baru menang. Dan kita ketegangannya luar biasa. Dalam keadaan begitu, harus tetap jaga emosi. Untungnya Pak Hasto dari awal memberikan ruang dan kasih arahan yang tegas. Jadi lancar sih," kata Surya Saputra.

Bahaya Besar Pasak daripada Tiang

Surya Saputra Rela Melek 24 Jam demi Film Menang Untuk Kalah, Hadirkan Akting Emosional

Perbesar

Konferensi pers film Menang Untuk Kalah. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Penulis skenario Jujur Prananto mengatakan, Menang untuk Kalah juga membawa pesan tentang bahaya gaya hidup konsumtif. Cerita tersebut menggambarkan kondisi ketika keinginan seseorang untuk memenuhi standar hidup justru tidak sebanding dengan kemampuan ekonominya.

"Ada bahayanya ketika seseorang berkehidupan dengan gaya lebih besar pasak daripada tiang. Jadi keinginannya lebih besar dari kemampuan. Gagasan besarnya itu sih. Niat awal film ini membuat refleksi buat penonton, awas lo jangan seperti dia, dan jangan main-main dalam menjalani hidup ini," pungkas Jujur Prananto.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Produser eksekutif sekaligus pencetus ide cerita, Salman Alfarisy, menuturkan kisah film ini terinspirasi dari realitas perjuangan para pencari nafkah. Menurutnya, seorang laki-laki terkadang berada dalam situasi sulit ketika berusaha memenuhi kebutuhan orang-orang yang dicintainya. "Karena saya laki-laki jadi saya harus berbuat apa saja untuk keluarga. Terkadang harus berbuat yang salah, tapi karena niatnya baik insya Allah ada jalan untuk kembali. Jadi kami laki-laki merasakan gimana berjuang untuk orang-orang yang kami cintai, kadang ada hal yang tidak sesuai harapan kami tapi harus dilalui. Kadang respon atas perjuangan yang sudah dilakukan tidak disikapi baik," tutur Salman Alfarisy.