Cegah kekerasan gender, KemenPPPA dorong pasar terhubung SAPA 129 - ANTARA News Gorontalo

September 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendorong agar sistem layanan di pasar rakyat dapat terhubung dengan layanan perlindungan, termasuk SAPA 129 sebagai upaya pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender.

"Berdasarkan hasil kajian, direkomendasikan Model Perlindungan Perempuan dan Anak terhadap kekerasan berbasis gender di pasar rakyat melalui empat pilar utama, yakni penguatan kelembagaan yang responsif gender, penyediaan infrastruktur dan keamanan inklusif, integrasi sistem layanan pengaduan dan rujukan, serta perubahan norma sosial dan pemberdayaan masyarakat," kata Plt Sekretaris Kementerian PPPA Ratna Susianawati di Jakarta, Rabu.

Rekomendasi tersebut antara lain mencakup penyusunan SOP kekerasan berbasis gender, pembentukan unit layanan/pengaduan di pasar, peningkatan CCTV dan pencahayaan, penyediaan fasilitas ramah perempuan dan anak, ruang laktasi, integrasi layanan dengan UPTD PPA, kepolisian dan fasilitas kesehatan, serta edukasi dan kampanye antikekerasan yang melibatkan komunitas pasar.

Rekomendasi tersebut merupakan hasil kajian KemenPPPA bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender di pasar rakyat.

Rekomendasi ini diharapkan menjadi acuan untuk membangun pasar rakyat sebagai ruang publik yang aman, nyaman, inklusif, serta mampu memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak.

"Pasar rakyat dipilih sebagai salah satu fokus kajian karena menjadi ruang publik yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat sekaligus memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi. Perempuan menjadi kelompok yang banyak beraktivitas di pasar, baik sebagai pedagang maupun dalam kegiatan jual-beli, sehingga aspek keamanan dan perlindungan dari kekerasan berbasis gender menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif," kata Ratna Susianawati.

Kajian yang berlangsung selama sekitar lima bulan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi pasar rakyat dengan karakteristik wilayah yang beragam.

Hasil kajian kekerasan berbasis gender di pasar rakyat dilakukan melalui pengumpulan data secara langsung dan daring pada 27 pasar rakyat yang tersebar di 8 provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Maluku, Sumatera Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Cegah kekerasan gender, KemenPPPA dorong pasar terhubung SAPA 129

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.