CBN dan Alibaba Cloud Luncurkan AI Agent Digital Worker Berbasis Qwen

August 2026 · 7 minute read

Persaingan akal imitasi (AI) untuk kebutuhan enterprise di Indonesia mulai bergerak ke tahap berikutnya. Setelah generative AI dan chatbot, perusahaan teknologi kini berlomba membangun AI agent yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat diberi konteks, akses, serta tugas tertentu dalam proses kerja.

CBN ingin mengambil bagian dalam pasar tersebut. Perusahaan yang selama ini dikenal sebagai penyedia layanan konektivitas dan infrastruktur digital ini mengumumkan aliansi strategis jangka panjang dengan Alibaba Cloud. Salah satu hasil awalnya adalah CBN Digital Worker, platform yang menggunakan teknologi Alibaba Cloud dan model AI Qwen untuk membantu perusahaan membangun apa yang disebut sebagai tenaga kerja digital.

Langkah ini sekaligus menandai perluasan posisi bisnis CBN. Perusahaan menyebut ingin berkembang menjadi Digital Infrastructure & AI Solutions Provider dengan menggabungkan konektivitas, cloud, dan AI dalam satu ekosistem.

Dedy Handoko, Commerce Director CBN, mengatakan kolaborasi tersebut ditujukan untuk memperluas akses pelanggan CBN terhadap teknologi AI. Menurutnya, ekosistem yang dibangun bersama Alibaba Cloud nantinya dapat dimanfaatkan oleh lebih dari 8.000 pelanggan enterprise dan lebih dari 700.000 pelanggan consumer CBN. “AI kini bukan lagi sekadar teknologi baru, melainkan fondasi baru bagi cara perusahaan beroperasi,” ujar Dedy Handoko dalam siaran pers yang diterima Gizmologi di Jakarta (26/8).

CBN Digital Worker, AI yang Diberi Peran dalam Organisasi

woman with prostethic hand using laptop and smartphone
Ilustrasi AI laptop robotics (Foto: Anna Shvets/Pexels.com)

Bagian paling konkret dari pengumuman ini adalah CBN Digital Worker. Berbeda dari layanan chatbot yang umumnya digunakan untuk menjawab pertanyaan atau menghasilkan teks, CBN memosisikan platform ini sebagai digital workforce yang dapat ditempatkan pada fungsi tertentu di dalam organisasi.

Menurut CBN, setiap digital worker dapat dikonfigurasi dengan jabatan, persona, tingkat kemampuan, knowledge base, dan hak akses sesuai fungsi serta tanggung jawabnya. Perusahaan juga dapat menghubungkannya dengan sumber data internal dan menentukan batas informasi yang dapat diakses.

Dalam praktiknya, konsep tersebut berarti AI dapat dirancang untuk menjalankan tugas yang lebih spesifik daripada sekadar menjadi asisten percakapan. CBN menyebut pengguna dapat menempatkan digital worker dalam struktur organisasi, memberikan tugas, menghubungkannya dengan data internal, dan menerima hasil pekerjaan dalam bentuk dokumen atau deliverable lain.

Platform tersebut juga disebut mendukung siklus pengembangan kemampuan, mulai dari penempatan, pelatihan, evaluasi, hingga peningkatan kapabilitas sesuai kebutuhan organisasi. Klaim mengenai efektivitas dan manfaat implementasinya sendiri masih berasal dari CBN, sehingga performa CBN Digital Worker dalam penggunaan nyata akan bergantung pada implementasi masing-masing perusahaan.

Dengan kata lain, istilah “Digital Worker” di sini tidak otomatis berarti AI menggantikan pekerja manusia. Dari informasi yang tersedia, CBN lebih menggambarkannya sebagai AI agent yang dapat diberi peran dan batas kerja tertentu dalam proses bisnis.

AI Enterprise Mulai Bergerak dari Chatbot ke AI Agent

Strategi CBN muncul ketika industri AI secara global mulai mengembangkan infrastruktur yang lebih khusus untuk aplikasi agentic AI.

Alibaba Cloud sendiri kini memiliki AgentRun, platform infrastruktur untuk membangun, menerapkan, dan mengoperasikan aplikasi AI agent tingkat enterprise. Platform tersebut mencakup lingkungan eksekusi, model governance, pemanggilan tools, logging, monitoring, hingga sistem izin.

Alibaba Cloud juga memperkenalkan AgentRun Open Platform untuk kebutuhan pengelolaan AI agent di lingkungan perusahaan. Platform ini mencakup kemampuan seperti manajemen model, tools, skills, knowledge base, memory, prompt, serta fitur tata kelola seperti manajemen pengguna, workspace, Single Sign-On, dan kontrol kuota token.

Konteks tersebut membantu menjelaskan posisi CBN Digital Worker. Produk ini bukan muncul dalam kategori teknologi yang benar-benar baru, melainkan menjadi bagian dari perkembangan AI enterprise yang semakin fokus pada bagaimana model AI dapat dihubungkan dengan data, sistem, aturan, dan workflow perusahaan.

Qwen sendiri merupakan keluarga model AI yang dikembangkan Alibaba. Melalui Alibaba Cloud Model Studio, Alibaba menyediakan akses ke berbagai model Qwen dan model pihak ketiga, termasuk melalui API yang kompatibel dengan OpenAI.

Bagi CBN, fondasi teknologi Alibaba Cloud dan Qwen menjadi salah satu elemen dalam strategi membangun portofolio AI. Namun, detail mengenai model Qwen spesifik yang digunakan oleh CBN Digital Worker, konfigurasi deployment, serta kemampuan teknis yang tersedia belum dijelaskan secara rinci dalam pengumuman.

CBN Masuk Pasar yang Sudah Mulai Terbentuk

CBN Alibaba Cloud AI Enterprise Indonesia

CBN juga bukan satu-satunya perusahaan yang melihat peluang AI agent di Indonesia. Pada April 2026, Telkom meluncurkan Agentic AI by BigBox, yang diposisikan untuk membantu otomasi dan orkestrasi proses bisnis serta pengambilan keputusan berbasis data. Kehadiran produk tersebut menunjukkan bahwa pasar AI enterprise di Indonesia mulai berkembang dari penggunaan generative AI umum menuju implementasi yang lebih terintegrasi dengan proses bisnis.

Perbedaannya, CBN datang dari latar belakang bisnis yang kuat di konektivitas dan layanan infrastruktur. Kolaborasi dengan Alibaba Cloud memberi CBN akses ke teknologi cloud dan AI, sementara perusahaan tetap membawa pengalaman implementasi solusi enterprise serta basis pelanggan yang sudah dimiliki di Indonesia. Ini menjadi sinyal perubahan strategi yang lebih besar daripada sekadar peluncuran satu produk.

Jika sebelumnya peran penyedia infrastruktur terutama berkaitan dengan menyediakan jaringan dan konektivitas, kebutuhan enterprise AI menciptakan lapisan baru: bagaimana data, model, aplikasi, infrastruktur, dan workflow bisnis dapat dihubungkan dalam satu sistem. Di sinilah CBN tampaknya ingin mengambil posisi.

Infrastruktur Lokal Jadi Bagian dari Strategi

CBN menyatakan solusi AI dari kolaborasi ini akan dijalankan di atas infrastruktur Alibaba Cloud yang berada di Indonesia. Alibaba Cloud memang memiliki region di Jakarta dengan tiga availability zone. Dokumentasi Alibaba Cloud juga menjelaskan bahwa kedekatan geografis antara resource dan pengguna dapat membantu menurunkan latensi jaringan.

Meski demikian, keberadaan region lokal tidak otomatis berarti seluruh proses atau data dari setiap implementasi CBN Digital Worker akan selalu berada di Indonesia. Detail mengenai arsitektur deployment dan pengelolaan data tetap bergantung pada layanan dan konfigurasi yang digunakan pelanggan.

Bagi enterprise, aspek ini menjadi penting karena implementasi AI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan model. Perusahaan juga harus mempertimbangkan integrasi dengan sistem internal, akses terhadap data, pengaturan hak pengguna, biaya penggunaan, serta kebutuhan keamanan dan tata kelola.

Bukan Hanya Digital Worker, Ada Open Router Indonesia

Selain CBN Digital Worker, kolaborasi ini juga akan menghasilkan portofolio AI lain secara bertahap. Salah satunya adalah Open Router Indonesia, yang menurut CBN akan menjadi gerbang terpadu untuk memberikan akses enterprise ke berbagai model AI melalui satu API dengan satu tagihan yang ditagihkan secara lokal.

Potensinya menarik, terutama bagi perusahaan atau developer yang ingin menggunakan lebih dari satu model AI tanpa harus membangun integrasi dan sistem pembayaran terpisah untuk setiap penyedia.

Namun, CBN belum menjelaskan model apa saja yang nantinya tersedia, bagaimana mekanisme interoperabilitasnya, struktur harga, maupun jadwal ketersediaannya. Karena itu, masih terlalu dini untuk menilai sejauh mana Open Router Indonesia akan menjadi pembeda dari layanan model gateway atau platform multi-model lain. Untuk saat ini, CBN Digital Worker menjadi produk yang paling jelas dari strategi baru tersebut.

Taruhan CBN Ada pada Implementasi, Bukan Sekadar Model AI

Kolaborasi dengan Alibaba Cloud memberi CBN fondasi teknologi yang mencakup cloud, model AI, dan infrastruktur untuk membangun aplikasi enterprise. Namun, persaingan AI agent tidak akan ditentukan hanya oleh model yang digunakan.

Perusahaan enterprise membutuhkan AI yang dapat diintegrasikan dengan sistem yang sudah berjalan, memiliki batas akses yang jelas, serta dapat dikelola ketika digunakan oleh banyak tim dan pengguna.

Tantangan itulah yang kini mulai menjadi fokus platform AI agent. Alibaba Cloud melalui AgentRun, misalnya, menempatkan governance, tools, keamanan, observability, dan manajemen siklus hidup aplikasi sebagai bagian dari infrastruktur untuk AI agent enterprise.

Bagi CBN, peluangnya terletak pada kemampuan menerjemahkan teknologi tersebut menjadi implementasi yang relevan bagi perusahaan di Indonesia.

CBN Digital Worker sendiri akan tersedia dengan model berlangganan untuk pelanggan enterprise dan consumer. Ke depan, CBN juga membuka peluang kemitraan bagi pihak yang ingin membangun solusi AI agent sendiri di atas platform tersebut.

Dengan demikian, langkah CBN bersama Alibaba Cloud bukan hanya tentang menambahkan fitur AI ke portofolio layanan. Perusahaan mulai mencoba masuk ke lapisan baru dalam teknologi enterprise: membangun dan mengelola AI yang dirancang untuk menjadi bagian dari proses kerja perusahaan.

Apakah konsep “Digital Worker” ini dapat berkembang menjadi bisnis baru yang signifikan bagi CBN masih harus dibuktikan melalui implementasi dan adopsi pelanggan. Namun, arah strateginya sudah terlihat: ketika AI agent mulai masuk ke enterprise Indonesia, CBN tidak ingin hanya menjadi penyedia konektivitas di belakangnya.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.