Cara Mengenali Tanda Penyakit dari Tangan, Mulai Telapak, Kuku, hingga Bentuk Jari

July 2026 · 5 minute read

Jakarta -

Percaya atau tidak, penampilan dan kondisi tangan Bunda dapat mengungkap banyak masalah kesehatan tersembunyi, mulai dari gangguan saraf hingga penyakit hati.

Tangan sering kali menjadi bagian tubuh pertama yang menunjukkan tanda-tanda penuaan, tetapi perubahan kecil pada tangan, seperti telapak tangan merah atau kulit kering, dapat memberikan petunjuk tentang banyak hal lainnya.

Hal itu dapat menjadi indikasi yang berguna tentang perubahan medis yang halus dan mungkin lebih serius yang terjadi di tempat lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dilansir Stanford Medicine 25, berikut perubahan pada telapak tangan yang menjadi tanda penyakit, yang dapat Bunda kenali:

1. Pope’s hand

Saat diminta mengepalkan tangan, jari telunjuk dan jari tengah tidak bisa menekuk dengan sempurna, sehingga tangan tampak seperti sedang memberi berkat. Ini bisa menjadi tanda adanya gangguan atau cedera pada saraf median, misalnya akibat tunnel syndrome.

2. Tanda “OK” yang tidak sempurna

Ketika membuat tanda “OK” dengan ibu jari dan telunjuk, kedua ujung jari tidak dapat membentuk lingkaran yang sempurna, melainkan hanya saling menjepit. Ini bisa menandakan gangguan pada saraf median.

3. Ape hand

Ibu jari yang terlihat lurus dan sulit digerakkan ke arah telapak tangan, sehingga kemampuan menggenggam benda menjadi berkurang. Perubahan ini menunjukkan adanya kerusakan saraf median.

4. Claw hand

Jari manis dan jari kelingking terlihat menekuk seperti cakar sehingga sulit diluruskan. Ini menjadi tanda kerusakan saraf ulnaris.

5. Froment’s sign

Ketika menjepit selembar kertas dengan ibu jari dan telunjuk, genggaman menjadi lemah sehingga kertas mudah ditarik. Bisa jadi menandakan adanya gangguan pada saraf ulnaris.

6. Wrist drop

Pergelangan tangan terlihat terkulai ke bawah dan sulit diangkat. Ini menandakan kerusakan saraf radialis.

7. Boutunniere deformity

Jari tampak menekuk di bagian tengah, sedangkan ujungnya justru lurus. Ini menandakan rheumatoid arthritis.

8. Swan neck deformity

Jari tampak tertekuk ke belakang di bagian tengah, sementara ujung jari justru menekuk ke bawah sehingga menyerupai leher angsa. Kondisi ini sering dikaitkan dengan rheumatoid arthritis juga.

Tanda penyakit pada kuku

Berikut beberapa tanda penyakit yang dapat Bunda kenali pada penampilan kuku:

1. Terry’s nails

Kuku tampak berwarna putih pucat hampir di seluruh permukaannya, sehingga bagian setengah lingkaran putih di pangkal kuku (lunula) sulit terlihat. Di ujung kuku terdapat garis tipis berwarna cokelat atau kemerahan.

Penampilan kuku ini bisa menjadi tanda penuaan, penyakit hati seperti sirosis, gagal jantung, hingga diabetes tipe 2.

2. Lindsay’s nails

Kuku terlihat seperti terbagi menjadi dua warna. Bagian dekat pangkal kuku berwarna putih, sedangkan bagian ujungnya berwarna cokelat. Kondisi menandakan penyakit ginjal kronis.

3. Beau’s lines

Muncul lekukan atau alur melintang yang dapat dirasakan saat diraba di permukaan kuku. Alur ini terbentuk karena pertumbuhan kuku sempat terhenti.

Bisa menjadi tanda infeksi berat, serangan jantung, syok atau tekanan darah sangat rendah, kekurangan kalsium, setelah operasi besar malnutrisi, hingga efek samping dari kemoterapi.

4. Muehrcke’s lines

Terlihat dua atau lebih garis putih melintang pada kuku. Garis ini tidak membentuk cekungan dan permukaan kuku tetap halus.

Kondisi ini menandakan kadar albumin rendah, kehilangan protein berlebih, dan efek kemoterapi tertentu.

5. Mees’ lines

Muncul garis putih melintang, biasanya hanya satu garis pada setiap kuku. Garis ini juga tidak cekung. Bisa menjadi tanda keracunan arsenik, talium, dan logam berat lainnya.

6. Acral lentiginous melanoma pada kuku

Terlihat garis atau bercak hitam kecokelatan pada kuku yang meluas hingga ke kulit di sekitar kuku. Biasanya menandakan melonam, satu jenis kanker kulit yang perlu segera diperiksa dokter.

7. Splinter hemorrhages

Terlihat garis-garis merah tua atau hitam tipis memanjang di bawah kuku, menyerupai serpihan kayu kecil. Ini menandakan cedera pada kuku, infeksi pada katup jantung, dan skleroderma.

8. Nail pitting

Permukaan kuku memiliki bintik-bintik atau cekungan kecil, seperti ditusuk jarum. Penampilan ini menandakan psoriasis.

9. Quitter’s nail

Bagian ujung kuku tampak kuning atau kecokelatan akibat noda nikotin, sedangkan kuku baru yang tumbuh dari pangkal terlihat lebih bersih sehingga tampak batas yang jelas.

Bisa menunjukkan bahwa seseorang telah berhenti merokok atau mengurangi konsumsinya, sehingga kuku baru tumbuh tanpa noda nikotin.

10. Paronychia

Kulit di sekitar kuku tampak merah, bengkak, nyeri, dan terkadang bernanah. Kondisi ini menjadi faktor risiko tangan atau kaki terlalu sering terendam air dan infeksi bakteri atau jamur.

11. Clubbing

Ujung jari tampak membulat dan membesar, sementara kuku menjadi lebih melengkung ke bawah.

Kondisi ini bisa menandakan beberapa penyakit kronis, seperti kanker paru-paru, infeksi paru kronis seperti bronkiektasis atau abses paru, fibrosis paru, penyakit jantung bawaan tertentu, endokarditis, dan perikarditis.

Namun, perlu diketahui bahwa clubbing bukan merupakan tanda khas PPOK. Jika seseorang dengan PPOK mengalami clubbing, dokter biasanya akan mencari kemungkinan penyebab lain, seperti kanker paru.

Tanda penyakit pada perubahan jari

Selain pada telapak dan kuku, Bunda juga dapat mengenali penyakit dari perubahan bentuk jari. Berikut di antaranya:

1. Herpetic whitlow

Kulit di sekitar jari tampak merah, bengkak, nyeri, dan muncul lepuhan berisi cairan. Menjadi tanda infeksi virus herpes.

2. Bouchard’s nodes dan heberden’s nodes

Muncul benjolan keras pada sendi jari. Biasanya menjadi tanda osteoartritis atau pengapuran sendi.

3. Fingerization of the thumb

Ibu jari tampak lebih menyerupai jari biasa akibat kelainan bawaan pada tulang dan bentuk tangan. Ini menjadi tanda sindrom holt-oram, kelainan genetik yang juga disertai kelainan jantung.

4. Hypermobility of hand joints

Sendi-sendi jari terlalu lentur sehingga dapat ditekuk melebihi batas normal. Menjadi tanda sindrom ehlers-dahlon, kelainan jaringan ikat.

5. Short extremities dan polydactyly

Jari tangan tampak lebih pendek dari biasanya atau memiliki jumlah jari lebih dari lima. Bisa menjadi tanda sindrom ellis-van creveld, kelainan genetik yang juga dapat memengaruhi jantung, gigi, dan kuku.

6. Arachnodactyly

Jari-jari tampak sangat panjang, ramping, dan menyerupai kaki laba-laba. Bisa menjadi tanda sindrom marfan, kelainan jaringan ikat yang dapat memengaruhi jantung, mata, dan tulang.

7. Tripe hand

Telapak tangan tampak menebal, bertekstur seperti beludru, dan terasa kasar. Menandakan kanker pada organ dalam, terutama saluran pencernaan atau paru-paru.

8. Osler nodes

Muncul benjolan merah yang nyeri saat disentuh, biasanya pada ujung jari tangan atau kaki. Menandakan adanya endokarditis bakteri, yaitu infeksi pada lapisan dalam jantung.

9. Janeway lesions

Muncul bercak merah datar yang tidak terasa nyeri pada telapak tangan atau telapak kaki. Menandakan endokarditis bakteri.

Nah, itulah beberapa tanda penyakit yang dapat Bunda kenali dari perubahan penampilan pada tangan. Namun untuk diagnosis lebih tepat, Bunda sebaiknya memeriksakan diri lebih lanjut ke dokter. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)