Samsung menghadirkan solusi untuk masalah klasik yang sering dialami pengguna smartphone saat memotret atau merekam video.
Kendala seperti foto buram karena objek bergerak cepat, hasil foto yang kurang natural, hingga baterai yang terkuras habis saat merekam video panjang ada solusinya. Fitur Camera Assistant, sebuah ekstensi kamera yang tersedia dalam aplikasi Good Lock.
Aplikasi ekstensi yang terintegrasi di dalam ekosistem Good Lock ini kini dapat dimaksimalkan oleh pengguna Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G. Inovasi perangkat lunak ini hadir untuk memberikan kendali tingkat lanjut yang sebelumnya tidak tersedia pada menu aplikasi kamera bawaan pabrik.
Tingginya relevansi fitur ini sangat sejalan dengan masifnya aktivitas berbagi konten visual di Tanah Air. Merujuk pada laporan riset DataReportal bertajuk “Digital 2026: Indonesia” yang disusun oleh Simon Kemp, tercatat sebanyak 108 juta pengguna aktif Instagram dan 151 juta pengguna YouTube di Indonesia hingga akhir tahun 2025.
Menyikapi tren digital tersebut, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Annisa Maulina, menekankan bahwa kapabilitas perangkat keras (hardware) harus diimbangi dengan fleksibilitas pengaturan.
“Camera Assistant memberi kendali kepada pengguna atas cara kerja kamera, sehingga pengguna kasual sekalipun bisa mendapat hasil foto dan video yang tajam serta konsisten tanpa perlu melakukan pengaturan manual yang rumit atau mengulang pengambilan gambar,” tegas Annisa.
Mengapa Membutuhkan Ekstensi Camera Assistant?
Aplikasi kamera standar umumnya dirancang dengan algoritma point-and-shoot (bidik dan jepret) untuk kepraktisan. Namun, dalam skenario pemotretan spesifik—seperti subjek yang berlari atau perekaman timelapse malam hari—pengguna membutuhkan parameter pengaturan yang lebih spesifik.
Melalui Camera Assistant (yang dapat diunduh gratis via Galaxy Store), pengguna dapat memodifikasi prioritas perangkat, mulai dari kecepatan rana (shutter) hingga tingkat reduksi tekstur (softening).
3 Fitur Kunci Camera Assistant dan Skenario Penggunaannya
Untuk mempermudah pemahaman mengenai fungsionalitas ekstensi ini, berikut adalah tabel rincian tiga fitur utama beserta manfaat praktisnya di lapangan:
| Nama Fitur Pengaturan | Mekanisme Kerja (Cara Kerja) | Skenario Penggunaan Ideal |
|---|---|---|
| 1. Prioritize Focus Over Speed | Menahan pelepasan rana (shutter) hingga lensa benar-benar mengunci fokus (autofocus) pada subjek. | Memotret objek dinamis, seperti anak-anak yang sedang bermain, hewan peliharaan, atau kendaraan yang melintas cepat. Menghindari efek motion blur. |
| 2. Photo Softening & Distortion Correction | Menghaluskan tekstur tepian yang terlalu kontras (tajam) dan mengoreksi distorsi lengkungan pada lensa sudut superlebar (ultrawide). | Pemotretan selfie grup dengan latar belakang arsitektur atau cakrawala. Menghasilkan tekstur kulit natural dan garis bangunan yang tetap presisi (tidak melengkung). |
| 3. Dim Screen While Recording | Mengurangi tingkat kecerahan layar (brightness) secara otomatis setelah tombol perekaman video ditekan. | Merekam timelapse matahari terbenam atau merekam konser durasi panjang. Efektif mencegah baterai terkuras akibat layar yang terus menyala terang. |
Dengan mengaktifkan ketiga parameter di atas, perangkat kelas menengah seri A dari Samsung kini memiliki fleksibilitas komputasi fotografi yang mendekati ponsel flagship, memastikan setiap momen terabadikan dengan tajam tanpa mengorbankan daya tahan baterai.
—
Disclosure: Artikel ini disusun dari rilis dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.