Busana Adat Nusantara Warnai Upacara HUT ke-81 RI di Padang Panjang

August 2026 · 2 minute read

Padang Panjang (ANTARA) - Aneka busana adat Nusantara mewarnai Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, yang digelar di Lapangan Khatib Sulaiman Bancalaweh, Senin.

Pelaksanaan upacara tahun ini berlangsung berbeda dari biasanya. Peserta dan tamu undangan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai simbol penghargaan terhadap keberagaman sekaligus penguatan semangat persatuan.

ASN, TNI-Polri, pelajar, organisasi kemasyarakatan, dan unsur masyarakat hadir dengan beragam busana tradisional, mulai dari baju kurung dan songket Minangkabau, ulos Batak, beskap Jawa, baju bodo Sulawesi, kebaya Bali, hingga pakaian adat Papua dan Kalimantan.

Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis yang bertindak sebagai inspektur upacara juga mengenakan pakaian adat Minangkabau berupa busana Datuak lengkap dengan jubah hitam bersulam benang emas, celana saluak, tengkuluk, dan tongkat.

Hendri mengatakan penggunaan pakaian adat merupakan bentuk penghargaan terhadap kekayaan budaya Indonesia sekaligus sarana mengenalkan keberagaman kepada generasi muda.

“Kita sengaja mengajak semua pakai baju adat. Ini bentuk kita menghargai budaya, sekaligus mengenalkan ke anak muda bahwa Indonesia itu kaya,” ujar Hendri.

Menurut dia, budaya merupakan salah satu kekuatan bangsa yang perlu terus dirawat. Perkembangan zaman dan teknologi, katanya, jangan sampai membuat generasi muda kehilangan keterikatan dengan budaya daerahnya.

“Jangan sampai anak-anak kita hanya mengenal budaya dari daerah lain atau dari media sosial, tetapi tidak mengenal budaya sendiri. Karena itu, budaya harus diperkenalkan, dipakai, dan dijaga,” katanya.

Selain busana adat, suasana upacara juga berbeda dengan keterlibatan orkestra Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang sebagai pengiring prosesi. Panitia tidak menghadirkan drumband seperti tahun-tahun sebelumnya.

Orkestra ISI Padang Panjang mengiringi sejumlah rangkaian penting, termasuk prosesi pengibaran Bendera Merah Putih dan pembacaan teks Proklamasi. Perpaduan musik orkestra dengan busana adat menghadirkan nuansa tradisi dan seni dalam momentum nasional tersebut.

Hendri menilai kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan dan menghormati perbedaan.

“Berbeda pakaian, berbeda adat, tetapi kita tetap satu Indonesia. Inilah yang ingin kita tunjukkan melalui peringatan HUT RI tahun ini,” ujarnya.

Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bancalaweh kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah penerima penghargaan dan pemenang berbagai lomba.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Beragam busana adat yang dikenakan peserta menjadi gambaran kekayaan budaya Nusantara sekaligus pesan persatuan bahwa perbedaan adat dan tradisi tetap berada dalam satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.