Bupati panggil PLN tindaklanjuti keluhan pemadaman listrik di Kobar
Senin, 27 Juli 2026 17:21 WIB
Bupati Kobar Nurhidayah foto bersama usai berkoordinasi dengan Management PT PLN UP3 Pangkalan Bun, di ruangan kerjanya, Senin (27/7/2026). ANTARA/Safitri RA.
Pangkalan Bun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, langsung menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kembali diberlakukannya pemadaman listrik bergilir di daerah setempat.
Tindaklanjut itu dengan memanggil manajemen PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pangkalan Bun untuk menjelaskan pemadaman listrik bergilir dua minggu terakhir, kata Bupati Kobar Nurhidayah di Pangkalan Bun, Senin.
"Pemadaman ini tentunya sedikit menganggu aktivitas sosial masyarakat. Jadi, rasanya penting management PLN menyampaikan kepada masyarakat tentang kondisi listrik saat ini," ucapnya.
Menurut dirinya, Pemkab Kobar juga perlu memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi sistem kelistrikan yang sedang terjadi, serta langkah-langkah apa saja yang sedang dilakukan dalam pemulihan kondisi listrik.
"Jadi kita dapat memberikan informasi yang jelas, serta masyarakat mengetahui secara menyeluruh terhadap kondisi kelistrikan yang sedang dialami saat ini," kata Nurhidayah.
Sementara itu, Manager PT PLN (Persero) UP3 Pangkalan Bun, Saut Pardomuan Pandjaitan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan terganggunya aktivitas sosial masyarakat. Sebab, kembali terjadinya pemadaman listrik bergilir di wilayah Kotawaringin Barat.
Dia menjelaskan, kondisi saat ini secara umum di sebabkan karena terjadinya gangguan terhadap tiga pembangkit yang ada di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
"Tiga pembangkit yang mengalami gangguan itu untuk satu pembangkit ada di wilayah asam-asam di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, dan dua pembangkit swasta," jelasnya.
Untuk membuat sistem kelistrikan tetap stabil, pihaknya mau tidak mau melakukan pengaturan beban. Sehingga di beberapa wilayah mengalami pemadaman listrik bergilir.
Saut mengatakan, bahwa diperlukan dukungan dari seluruh pelanggan dan juga masyarakat dalam penanganan ini. Salah satunya, pihaknya meminta kepada masyarakat pelanggan agar mengurangi pemakaian untuk sementara waktu.
Masyarakat bisa menghemat sekitar 40 persen dari pemakaian normal pada kondisi saat ini, sehingga dengan cara seperti itu membuat pemadaman bisa lebih di minimalisir.
"Hal itu tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama yang awalnya cukup banyak terjadi pemadaman, dengan dukungan itu kita bisa memperkecil ruang lingkupnya," ungkapnya.
Dia menambahkan, berdasarkan estimasi PLN, kondisi defisit daya diperkirakan berlangsung hingga minggu kedua Agustus 2026.
Pewarta : Safitri RA
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.