Bupati Kotim pastikan pasokan air bersih berlanjut hingga kondisi normal
Senin, 21 September 2026 12:56 WIB
Bupati Halikinnor berbincang dengan warga saat menyalurkan air bersih di Desa Sei Ijum Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kamis (17/9/2026). ANTARA/Norjani
Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Halikinnor memastikan pasokan bantuan air bersih untuk masyarakat di wilayah selatan berlanjut sampai kondisi normal dan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih.
"Makanya saya meminta pemerintah desa aktif melaporkan kondisi ketersediaan air masyarakat di desanya. Dengan demikian, penyaluran dapat segera dilakukan kembali apabila persediaan air bersih warga mulai menipis," kata Halikinnor di Sampit, Senin.
Sudah lebih dari satu bulan kesulitan air bersih melanda wilayah selatan, khususnya Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit dan Pulau Hanut. Sejak saat itu, pemerintah daerah rutin memasok air bersih dari Sampit melalui Perumdam Tirta Mentaya, turut didukung armada sejumlah instansi.
Kondisi kekurangan air bersih di wilayah selatan salah satunya dipengaruhi menurunnya ketersediaan air baku serta masuknya air laut yang menyebabkan air menjadi payau hingga asin dan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan sehari-hari.
Bupati Halikinnor bersama Kapolres AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra dan pejabat lainnya juga turun menyalurkan air bersih sejumlah desa di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit pada Kamis (17/9).
Halikinnor menegaskan, masalah ini menjadi perhatian serius pihaknya. Setiap hari ada sedikitnya 60.000 liter air bersih dipasok ke dua kecamatan tersebut. Selanjutnya pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Pemuda Tani Indonesia dan instansi terkait bahu-membahu membagikan air bersih ke desa-desa dan rumah-rumah warga.
Warga menampung air bersih menggunakan tandon air maupun drum berkapasitas sekitar 220 liter. Setiap rumah mendapat bantuan satu drum air bersih untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat secara merata sesuai kebutuhan.
Setiap hari penyaluran dilakukan dibagi untuk dua desa, yakni di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan satu desa di Teluk Sampit. Satu desa rata-rata memerlukan sekitar 60.000 liter air bersih, khususnya untuk desa yang memiliki sekitar 300 rumah penerima bantuan air bersih.
Halikinnor memastikan penanganan kebutuhan air bersih dan karhutla akan terus menjadi perhatian. Pemerintah daerah akan terus hadir memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kondisi sumber air belum kembali normal.
"Ini bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan masyarakat tetap mendapatkan air bersih. Air merupakan kebutuhan vital, makanya harus dipenuhi dengan baik," demikian Halikinnor.
Baca juga: Pemkab Kotim berkomitmen tuntaskan pemasangan pipa atasi krisis air bersih
Baca juga: Pengembang perumahan di Kotim wajib menyediakan sumur bor dan hidran
Baca juga: Pemkab Kotim pertimbangan opsi pemasangan pipa bawah air atasi krisis air bersih
Baca juga: Pemkab Kotim kerahkan puluhan kendaraan untuk pasok air bersih
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.