Bupati Karo canangkan Festival Bunga dan Buah bertaraf internasional, siapkan konsep 10F untuk tarik wisatawan dan investor dunia - ANTARA News Sumatera Utara

July 2026 · 3 minute read

Karo (ANTARA) - Bupati Karo Antonius Ginting mencanangkan transformasi Festival Bunga dan Buah Karo menjadi ajang bertaraf internasional mulai tahun 2027. Melalui konsep baru bertajuk 10F, Pemerintah Kabupaten Karo ingin menjadikan festival tahunan tersebut tidak hanya sebagai perayaan hasil pertanian, tetapi juga pintu masuk bagi investasi, promosi pariwisata, dan penguatan ekonomi daerah.

Pernyataan itu disampaikan Antonius Ginting usai menghadiri pembukaan Festival Bunga dan Buah Karo 2026 yang dibuka Menteri Koperasi RI Ferry Juliantoro di Berastagi, Kamis (30/7/2026).

Menurut Antonius, setelah lima tahun berturut-turut masuk dalam kalender event nasional, Festival Bunga dan Buah Karo kini saatnya naik kelas. Hal itu juga sejalan dengan arahan Kementerian Pariwisata agar festival tersebut dipersiapkan menjadi agenda berskala internasional.

"Festival ini sudah lima tahun mendapat pengakuan sebagai event nasional. Sesuai arahan Kementerian Pariwisata, tahun depan Festival Bunga dan Buah Karo harus naik kelas menjadi event internasional," katanya.

Sebagai langkah awal, Pemkab Karo menyiapkan konsep 3F (Flower, Fruit and Food) sebagai kegiatan utama festival. Selanjutnya, konsep tersebut akan diperluas menjadi 10F melalui penambahan sedikitnya tujuh side event yang menampilkan beragam potensi daerah, mulai dari kuliner, fesyen, olahraga wisata (sport tourism), seni budaya, hingga atraksi alam.

Kegiatan utama tetap dipusatkan di Berastagi selama tiga hari, sementara rangkaian side event akan digelar di sejumlah destinasi unggulan seperti Air Terjun Sipiso-piso, Danau Lau Kawar, kawasan pemandian air panas, hingga objek wisata alam lainnya.

"Kita ingin wisatawan tidak hanya datang sehari, tetapi tinggal lebih lama di Kabupaten Karo. Kalau mereka bisa menghabiskan waktu hingga seminggu, maka manfaat ekonominya akan dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.

Menurut Antonius, semakin lama wisatawan berada di Karo, semakin besar pula perputaran ekonomi yang dinikmati pelaku usaha lokal, mulai dari hotel, restoran, transportasi, hingga UMKM.

Selain menjadi magnet wisata, Festival Bunga dan Buah juga diproyeksikan sebagai sarana memperkenalkan peluang investasi Kabupaten Karo kepada dunia internasional. Karena itu, pada penyelenggaraan tahun ini Pemkab Karo turut mengundang sejumlah konsul jenderal negara sahabat sebagai bagian dari upaya membangun jejaring kerja sama dan menarik investor.

Ia menilai investasi menjadi kunci untuk mempercepat kemajuan sektor pertanian Karo yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura terbesar di Indonesia.

"Kita membutuhkan investor yang membawa tiga hal sekaligus, yakni pasar, teknologi, dan modal. Sementara masyarakat Karo memiliki lahan serta sumber daya manusia. Kalau lima faktor itu dipadukan, hasil pertanian Karo akan semakin maju, memiliki daya saing, dan mampu menghasilkan produk bernilai tambah melalui hilirisasi," katanya.

Antonius menjelaskan, keunggulan alam Kabupaten Karo sebenarnya sudah menjadi modal besar untuk mengembangkan sektor pariwisata. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur dan fasilitas yang memenuhi standar internasional.

Ia berharap ke depan semakin banyak investor membangun hotel berkualitas dengan tarif yang tetap terjangkau sehingga wisatawan dapat menikmati panorama alam Karo dengan layanan yang nyaman.

"Kita memiliki alam yang luar biasa. Tinggal bagaimana menghadirkan hotel yang berkualitas, pelayanan yang baik, infrastruktur yang memadai, serta destinasi yang semakin tertata. Dengan begitu wisatawan mancanegara akan semakin tertarik datang ke Kabupaten Karo," ujarnya.

Bagi Antonius, transformasi Festival Bunga dan Buah dari konsep 2F menuju 3F hingga berkembang menjadi 10F bukan sekadar perubahan tema. 

Lebih dari itu, festival ini diposisikan sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat citra Kabupaten Karo sebagai pusat hortikultura nasional sekaligus destinasi wisata pegunungan bertaraf internasional yang mampu menarik investasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*) 

Pewarta : Ade  Friadi

Pewarta: Ade Friadi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.