Bojonegoro (ANTARA) - Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Setyo Wahono meminta mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro) yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN TK) dapat memperkuat masyarakat terutama di wilayah kawasan hutan setempat.
Hal itu sesuai kegiatan KKN TK Unigoro tahun 2026 yang mengusung tema pemberdayaan masyarakat di kawasan hutan selatan Bojonegoro.
"Mahasiswa Unigoro dapat menjadi agen perubahan bagi masyarakat hutan melalui sejumlah program kerja yang telah direncanakan," kata Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono di Bojonegoro, Selasa.
Wahono meminta kepada para mahasiswa untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, hutan, mata air, tanah dan iklim.
Hasilnya nanti dapat dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro agar menjadi kajian dan akhirnya dijadikan masukan untuk merumuskan kebijakan.
"Angkat potensi lokal setiap desa, bantu promosi di media sosial khususnya di wilayah selatan hutan Bojonegoro dan sinergikan program-program kerja dengan pemerintah desa maupun kecamatan setempat," terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro yang menaungi kampus Unigoro, Dr. Arief Januwarso, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa sejumlah 696 mahasiswa mengikuti KKN TK di 21 titik lokasi kawasan hutan selatan Bojonegoro dan 10 mahasiswa melaksanakan KKN Internasional Unigoro di Songkhla, Thailand.
Arief juga meminta setiap kelompok KKN Unigoro berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan lembaga lainnya karena pendanaan program KKN untuk 21 kelompok tersebut sekitar Rp204 juta.
"KKN ini momentum sinergi antara akademisi dengan pemerintah melalui mahasiswa yang mengaplikasikan teori atau ilmu yang didapatkan di bangku kuliah. Sedangkan pemerintah sebagai pemangku kepentingan lebih tahu kondisi riil dan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat di desa-desa," katanya.
Pewarta: Muhammad Yazid
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.