Bulog: Penyaluran beras di Timika capai 700 ton per bulan - ANTARA News Papua Tengah

August 2026 · 2 minute read

Timika (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Mimika menyebutkan rata rata penyaluran beras yang dilakukan di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah mencapai 700 ton per bulan.

Kepala Kantor Perum Bulog Cabang Mimika Dedy Wahyudi, di Timika, Jumat, mengatakan jumlah itu untuk penyaluran golongan anggaran, Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, instansi vertikal, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan penugasan lainnya.

"Saat ini di Kantor Perum Bulog Cabang Mimika kami menguasai stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan beras medium sebanyak 1.500 ton," ujarnya.

Jumlah itu cukup untuk memenuhi ketersediaan beras di wilayah itu saat ini. Perum Bulog Mimika juga memiliki ketersediaan pasokan sekitar 5.000 ton yang akan dikirim secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan stok untuk bulan September hingga Desember 2026.

"Yang sudah dalam perjalanan kurang lebih 2.000 ton, 3.000 ton menunggu gudang kosong lagi dan itu akan terisi, turn over stok terus berlanjut, sehingga ketersediaan kami, kami bisa jaga di angka 1.000 ton ke atas per bulan," ujarnya.

Saat ini beras untuk memenuhi stok yang ada di Bulog Mimika dipasok dari Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Sebelumnya pada bulan Januari hingga Juni ketersediaan beras Bulog Mimika dipasok dari Provinsi Jawa Timur.

"Dari Merauke, Provinsi Papua Selatan juga ada, kemarin terakhir ada di bulan Juni, tentu mempertimbangkan ketersediaan dan juga hasil penyerapan di Merauke. Jadi ketika di Merauke juga penyerapannya tinggi dan membutuhkan kapasitas gudang pasti akan mengirim ke sini," ujarnya.

Ia mengatakan semua ketersediaan stok di Kantor Bulog Timika telah diatur oleh Perum Bulog pusat. Bulog Mimika mencatat Kebutuhan beras untuk Mimika mencapai 12.000 ton per tahun.

Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.