Bulog Bangka tambah gudang tingkatkan ketahanan stok pangan - ANTARA News Bangka Belitung

August 2026 · 2 minute read

Pangkalpinang (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menambah satu unit gudang berkapasitas 1.000 ton beras, guna meningkatkan ketahanan stok pangan masyarakat di daerah itu.

"Kita berharap penambahan gudang ini dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di tengah kemarau panjang ini," kata Kepala Perum Bulog Cabang Bangka, Dimas Wage Tantri di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan Perum Bulog Cabang Bangka bekerja sama dengan PT Pos Cabang Pangkalpinang untuk penambahan jasa pengolahan gudang berkapasitas 1.000 ton, guna meningkatkan kapasitas penyimpanan beras bulog dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga beras di Pulau Bangka.

"Dengan adanya penambahan gudang ini maka kapasitas penyimpanan beras yang dimiliki Bulog Bangka meningkat menjadi 8.000 ton, sehingga bisa menjaga ketahanan stok dan stabilitas harga pangan masyarakat di daerah ini," ujarnya.

Ia menyatakan selama ini, Bulog Bangka hanya memiliki satu gudang penyimpanan beras berkapasitas 7.000 ton untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat di Pulau Bangka yang terdiri empat kabupaten dan satu kota yaitu Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Kota Pangkalpinang.

"Saat ini, kita sudah berkoordinasi dalam penyewaan gudang milik PT Pos Pangkalpinang ini dan mudah-mudahan September tahun ini penambahan satu gudang ini sudah mulai beroperasi," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Babel, Kurniawan mengapresiasi Bulog Bangka menambah gudang untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan stok beras di daerah ini.

"Penambahan gudang penyimpanan beras ini penting untuk memperkuat stok beras di tengah kemarau panjang yang diperkirakan produksi beras petani mengalami penurunan," katanya.

Ia menyatakan berdasarkan perkiraan BPS Provinsi Kepulauan Babel produksi padi pada Agustus - September 2026 mengalami penurunan 16,79 persen dibandingkan bulan yang sama di tahun sebelumnya, sebagai musim kemarau panjang.

"Musim kemarau panjang tahun ini telah mengakibatkan petani di Desa Balun Ijuk mengalami gagal panen enam hektare dan Desa Nyuruk seluas empat hectare, karena ketersediaan air pertanian di daerah itu berkurang," katanya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.