Bengkulu (ANTARA) - Deretan pedagang dengan gerobak makanan dan minuman di depan sekolah biasanya identik dikerumuni para pelajar yang datang saat jam istirahat. Namun, pemandangan berbeda terlihat di sekitar MAN 1 Kota Bengkulu.
Sejumlah pedagang ternyata tetap melayani pembeli yang datang silih berganti bahkan sebelum dan sesudah jam istirahat siaqa. Ada saja yang datang membeli makanan, ada pula yang memilih minuman.
Andi Lutfi (63), penjual rice bowl yang mulai berjualan sejak 2023, mengatakan meski berjualan di lingkungan sekolah ternyata pembelinya berasal dari berbagai kalangan. Beberapa di antaranya bahkan telah menjadi pelanggan tetap.
Menurut Andi, anak sekolah menjadi pembeli utama dagangannya. Hal itu terlihat dari penjualan rice bowl yang biasanya lebih ramai saat hari sekolah, meski ia tetap mendapatkan pembeli dari kalangan lain ketika berjualan.
Untuk tetap melayani pembeli dari kalangan lain, Andi tetap berjualan saat sekolah libur meski jumlah penjualannya tidak seramai hari sekolah. Ia berjualan secara bergantian dengan istrinya setelah pensiun sebagai ASN pemerintah daerah, di dinas sosial.
Baca juga: Ke Bengkulu, jangan pulang sebelum bawa oleh-oleh ini
Hal serupa dirasakan Ummilawati (40), penjual minuman yang telah berjualan selama sekitar lima tahun. Menurut dia, pembelinya datang dari berbagai kalangan, bukan hanya anak sekolah. Beragam pilihan makanan dan minuman serta harga yang terjangkau membuat jajanan di sekitar sekolah juga menarik bagi pembeli selain para pelajar.
Perbedaan kalangan pembeli tersebut juga terlihat dari jumlah belanja. Anak sekolah biasanya kata dia berbelanja sekitar Rp2 ribu hingga Rp5 ribu, sedangkan pembeli yang bekerja di kantor dapat membeli hingga sekitar Rp20 ribu dalam sekali transaksi.
Sementara itu, Linda Lestari (28), penjual es tebu yang baru setahun berjualan, juga melihat pola pembeli yang hampir sama. Ia melayani pembeli yang datang bukan hanya dari lingkungan sekolah.
Menurut Linda, anak sekolah biasanya membeli satu jajanan, sedangkan pembeli dari kalangan pekerja kantoran dalam jumlah banyak.
Jajanan di depan sekolah ternyata tidak hanya diminati siswa, tetapi juga mahasiswa, pekerja kantoran hingga masyarakat umum. Harga yang terjangkau serta beragam pilihan makanan dan minuman menjadi daya tarik yang membuat kawasan jajanan tersebut memiliki pembeli dari berbagai kalangan.
Pewarta: Bintang Irsyad Ariski/Boyke LW
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.