BPJS Ketenagakerjaan Cikarang gelar lokakarya produksi jam manik-manik - ANTARA News Megapolitan

August 2026 · 2 minute read

Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Cikarang menggelar lokakarya proses produksi jam manik-manik atau beaded watch sebagai upaya pendampingan sekaligus implementasi kebijakan strategis Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian penerima manfaat (PEKA).

"Workshop ini memberikan wawasan baru bagi peserta program khususnya mengenai proses pembuatan beaded watch, dari kreativitas menjadi peluang usaha," kata Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Cikarang Muhyiddin Dj di Cikarang, Senin.

Ia menjelaskan kegiatan lokakarya pembuatan jam tangan manik-manik ini sebagai sarana memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam menghasilkan sebuah produk kreatif.

Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan bahwa keterampilan sederhana yang dikembangkan secara kreatif dapat memiliki nilai ekonomi dan berpotensi menjadi produk usaha.

"Setiap peserta kegiatan ini memperoleh paket bahan lokakarya sekaligus mengikuti proses pembuatan produk secara langsung dengan pendampingan fasilitator serta narasumber," ujar pria yang akrab disapa Indhy itu.

Dirinya menyebut lokakarya ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat program melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi yang aplikatif dan berkelanjutan agar mereka memiliki kompetensi lebih yang dapat diaplikasikan sebagai unit usaha baru.

Berbekal keterampilan praktis yang diberikan melalui lokakarya ini, seluruh peserta diharapkan dapat menumbuhkan motivasi, kreativitas serta kepercayaan diri baru untuk memulai maupun mengembangkan usaha usai terdampak risiko kerja.

Indhy juga menekankan upaya peningkatan pemahaman kepada peserta mengenai manfaat dan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja segmen Bukan Penerima Upah (BPU).

Menurut dia implementasi Program PEKA melalui lokakarya ini merupakan bagian dari pelayanan berkelanjutan yang lebih dari sekadar perlindungan sebab pihaknya juga memberikan pendampingan maupun pemberdayaan.

Dengan begitu para peserta akan lebih termotivasi untuk menciptakan sumber pendapatan yang dapat membantu meningkatkan kemandirian secara ekonomi bagi dirinya beserta keluarga.

"Seluruh peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan ini memperoleh sertifikat pelatihan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan keikutsertaan dalam Program PEKA. Semoga mendatangkan nilai ekonomis secara berkelanjutan," katanya.

Salah satu peserta Yunita (41) mengaku tertarik untuk memproduksi jam tangan aksesoris guna memenuhi kebutuhan keluarga usai ditinggal meninggal suaminya yang sebelumnya menjadi tulang punggung keluarga.

"Saya sudah bertekad setelah ini akan mencoba peruntungan usaha membuat jam tangan manik-manik bersama rekan-rekan saya. Sudah hitung-hitungan juga, sebagian uang perlindungan sosial jaminan kematian suami saya akan saya pakai untuk memulai bisnis baru ini. Doakan saja ya," kata dia.

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.