Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - BPJS Kesehatan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Selasa, menggelar program pelayanan keliling untuk mendekatkan layanan administrasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga ke desa-desa untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan tanpa harus datang ke kantor cabang.
BPJS Kesehatan keliling kali ini diselenggarakan di Balai Desa Sunbergayam, Trenggalek, mulia pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Layanan yang dilakukan bersama pemerintah desa tersebut antara lain meliputi pengecekan data, pengaktifan kepesertaan, perubahan fasilitas kesehatan (faskes), perbaikan data, hingga pendaftaran peserta.
Kepala BPJS Kesehatan Trenggalek Hari Ristiono mengatakan, layanan tersebut ditujukan untuk memangkas jarak dan waktu yang harus ditempuh masyarakat, terutama warga yang tinggal jauh dari pusat Kabupaten Trenggalek.
"Ini untuk memberikan layanan kepada warga, baik itu cek data, terdeteksi mengaktifkan aktif, pindah tempat berobat, ataupun mau daftar," katanya.
Pelayanan BPJS secara keliling di Trenggalek dijadwalkan dua kali dalam sepekan.
Menurut dia, layanan keliling juga membantu kelompok masyarakat yang masih membutuhkan pelayanan secara langsung, termasuk lansia yang belum terbiasa menggunakan layanan berbasis teknologi.
"Cukup terbantu, ya, bagi para lansia. Sangat terbantu," ujarnya.
Salah satu warga yang memanfaatkan layanan tersebut adalah Sumiati (60), warga Desa Sumbergayam, Kecamatan Durenan. Ia datang ke pendopo desa untuk mengurus perpindahan faskes setelah kembali ke Trenggalek dari Samarinda.
"Saya mau pindah fasilitas kesehatan dari Samarinda. Dari sana Era Medika mau pindah ke sini, sekalinya dicek di BPJS saya sudah tidak berlaku lagi," kata Sumiati.
Sumiati sebelumnya memiliki kepesertaan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Saat mendapat informasi bahwa kartu yang digunakannya tidak dapat digunakan seperti sebelumnya, petugas mengarahkan agar ia menggunakan KTP untuk mengakses pelayanan kesehatan.
"Tadi dapat arahan dari petugas, kalau berobat menggunakan KTP saja sudah bisa. Jadi kartu BPJS Kesehatan awalnya mau ditarik, tapi cukup disimpan saja," katanya.
Hari mengatakan layanan BPJS Keliling juga menjadi sarana bagi BPJS Kesehatan untuk menerima masukan masyarakat terkait pelaksanaan program JKN.
Menurut dia, antusiasme warga cukup tinggi, terutama di wilayah yang jauh dari pusat kabupaten seperti Watulimo, Panggul, dan Munjungan.
"Watulimo, Panggul, kemudian Munjungan itu kan jauh sekali. Sehingga ketika kami membuka BPJS Keliling, warga antusias sekali, baik untuk mengecek, untuk perubahan data, ataupun untuk tanya-tanya terkait kesehatan," katanya.
Ia menjelaskan perubahan dan perbaikan sebagian data kepesertaan dapat dilakukan secara langsung melalui layanan tersebut. Peserta tidak perlu menunggu berhari-hari karena perubahan data diproses secara real time.
Khusus perubahan faskes, perubahan tercatat dalam sistem setelah diproses, tetapi faskes baru mulai berlaku pada tanggal 1 bulan berikutnya.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.