BPJS Kesehatan: Cakupan UHC Situbondo turun menjadi 96 persen - ANTARA News Jawa Timur

September 2026 · 2 minute read

Situbondo (ANTARA) - Cakupan Kesehatan Semesta atau atau Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menurun dari sebelumnya sekitar 98 persen menjadi 96 persen seiring adanya pertambahan penduduk di Kota Santri itu.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banyuwangi yang juga mewilayahi Situbondo Muhammad Masrur Ridwan menyampaikan penurunan cakupan kesehatan semesta Situbondo pada semester satu 2026 dipengaruhi data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), bahwa ada pertambahan jumlah penduduk.

"Memang ada pertambahan jumlah penduduk sekitar 3.000 orang di Situbondo, dan sehingga mempengaruhi cakupan kesehatan semesta atau UHC turun menjadi sekitar 96 persen dari jumlah penduduk," katanya usai acara penandatanganan adendum penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Pendopo Kabupaten Situbondo, Senin.

Selain itu, lanjut Masrur Ridwan, BPJS Kesehatan juga melakukan perbaikan data atau cleansing data untuk melihat valid tidaknya data dari sisi Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga mempengaruhi cakupan kesehatan semesta turun di angka 96 persen.

"Termasuk kepesertaan yang aktif juga belum sampai 80 persen, karena ada penurunan juga di situ," kata Muhammad Masrur Ridwan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo Dwi Herman Susilo menyampaikan penandatanganan adendum penyelenggaraan JKN yang ditanggung oleh Pemkab Situbondo itu merupakan perpanjang perjanjian kerja sama.

"Dalam penandatanganan adendum ini tidak ada perubahan klausul. Ini perpanjangan hingga Desember 2026, karena perjanjian sebelumnya berakhir September," ujarnya.

Dengan perpanjangan kerja sama itu bisa dipastikan bahwa Program Berobat Gratis Tanpa Batas (Berantas) yang merupakan program prioritas Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo dilaksanakan hingga Desember.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.