Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mendorong negara-negara anggota D-8 untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun standar halal yang semakin terintegrasi dan saling diakui.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan (Babe Haikal) menyatakan bahwa halal tidak dibangun secara sendiri-sendiri, melainkan harus bertumpu pada semangat kolaborasi bersama, saling terhubung, dan memiliki standar yang kuat agar mampu memberikan keuntungan ekonomi dan manfaat yang lebih luas.
Hal itu disampaikan Babe Haikal dalam pembukaan acara D-8 Halal Expo Indonesia 2026 di Senayan, Jakarta, Rabu (8/7). Ia mengajak negara-negara peserta untuk membangun kesamaan visi dalam pengembangan standar halal internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Babe Haikal meyakini, sinergi antarnegara akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekosistem halal global yang lebih kuat, inklusif, dan saling menguntungkan.
"Halal harus bersatu, halal harus saling terhubung, dan halal harus dibangun melalui semangat kebersamaan. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menghadirkan manfaat lebih luas bagi masyarakat dunia," kata Babe Haikal.
Penguatan ekosistem halal sendiri disebut sebagai bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu penggerak utama ekonomi halal dunia. Dalam implementasinya, BPJPH dibentuk dengan kedudukan setingkat kementerian, dan terhubung dengan setidaknya sembilan kementerian.
Visi itu kemudian diterjemahkan BPJPH melalui semangat "Indonesia Halal untuk Masyarakat Dunia". Babe Haikal menambahkan, Indonesia terus berupaya memperkuat implementasi Jaminan Produk Halal di dalam negeri, serta mengambil peran strategis dalam membangun ekosistem halal global melalui kerja sama antarnegara.
"Visinya adalah bagaimana halal dapat menjadi kekuatan bersama bagi dunia. Dan visi itu kami terjemahkan melalui slogan Halal Indonesia untuk Masyarakat Dunia," katanya.
Menurut Babe Haikal, halal bukan konsep baru di Indonesia. Sejak era Presiden Soeharto, pemerintah telah memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan halal, yang kemudian terus berkembang hingga lahirnya sistem Jaminan Produk Halal yang semakin kuat dan komprehensif.
Ia mengingatkan, implementasi kewajiban sertifikasi halal menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global, serta meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk halal Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta menegaskan bahwa penyelenggaraan D8 HEI 2026 menjadi langkah mengintegrasikan kekuatan ekonomi domestik dengan dunia Islam.
"Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu jalannya adalah dengan memperkuat integrasi ekonomi Indonesia dengan dunia Islam, termasuk melalui pengembangan ekonomi halal," ujar Anis Matta.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal D-8 yang menilai inisiatif Indonesia ini sebagai katalis penting bagi perluasan investasi dan penguatan riset di dalam ekosistem industri halal global. Sepanjang lima hari ke depan, perhelatan ini akan diisi dengan pameran dagang, business matching, serta diskusi panel D-8 HEI Talks.
Sementara itu, Direktur Eksekutif KNEKS, Sholahudin Al Aiyub, menjelaskan bahwa forum ini didesain khusus guna menelurkan kolaborasi bisnis yang konkret.
"Indonesia berupaya memfasilitasi lahirnya kemitraan bisnis, pertukaran pengetahuan, dan transaksi perdagangan yang konkret," ujar Aiyub.
Secara makro, realisasi D-8 HEI 2026 merupakan lanjutan dari KTT ke-11 D-8 di Kairo pada 2024 lalu. Rangkaian acara ini terselenggara berkat kolaborasi sinergis antara Kementerian Luar Negeri, BPJPH, KNEKS dan Kadin Indonesia.
D-8 yang didirikan pada 1997, saat ini beranggotakan sembilan negara, yakni Indonesia, Bangladesh, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, Turki, serta Azerbaijan. Forum sinergi ekonomi ini memiliki kekuatan kolektif yang masif dengan total populasi mencakup 1,3 miliar jiwa atau 16 persen populasi dunia), serta gabungan Produk Domestik Bruto (PDB) yang menyentuh angka US$5,1 triliun.
(rea/rir)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNN]