BPBD Tapin hadapi keterbatasan personel tangani karhutla - ANTARA News Kalimantan Selatan

August 2026 · 2 minute read

Rantau (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, menghadapi keterbatasan personel dan sumber air dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor di Rantau, Minggu, mengatakan sepanjang Agustus 2026 kebakaran terjadi dengan frekuensi sekitar dua hingga empat kali dalam sehari.

"Untuk personel BPBD memang masih kurang. Alhamdulillah, ada relawan setempat yang membantu penanganan di lapangan," ujarnya.

Baca juga: Karhutla Tapin hanguskan 560 hektare dalam 19 hari Agustus

Ia menyebutkan, keberadaan relawan di sejumlah wilayah menjadi salah satu kekuatan dalam mempercepat respons terhadap kebakaran.

Selain keterbatasan personel, ucap Muhammad Nor, BPBD juga menghadapi kendala ketersediaan air, terutama ketika lokasi kebakaran berada jauh dari sumber air.

"Kendala lainnya adalah ketersediaan sumber daya air, terutama kalau lokasi karhutla jauh dari sumber air," katanya.

Dia menjelaskan, jarak titik api dengan sumber air membuat petugas membutuhkan waktu lebih lama untuk mengisi ulang tangki sehingga proses pemadaman dapat terhambat.

Baca juga: Menhut memastikan penguatan operasi pemadaman karhutla di Kalsel

Muhammad Nor mengungkapkan, agar masyarakat memberikan ruang kepada petugas gabungan saat melakukan pemadaman karena di beberapa lokasi terdapat warga yang memilih menangani api sendiri.

"Memang di lapangan ada masyarakat yang memadamkan dengan sengaja. Ketika kami ingin melakukan pemadaman, mereka tidak mau," ungkapnya.

BPBD Tapin, kata dia, mengharapkan penanganan karhutla dapat dilakukan melalui kerja sama masyarakat, relawan dan petugas, termasuk dengan melaporkan titik api sedini mungkin agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.

Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.