BPBD Tangerang utamakan mitigasi meski sebaran abu tak terdeteksi - ANTARA News Bangka Belitung

September 2026 · 2 minute read

Tangerang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Provinsi Banten, tetap mengutamakan prinsip mitigasi dan pencegahan sebagai prioritas meski tidak terdeteksi lagi adanya sebaran abu vulkanik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Mahdiar di Tangerang, Jumat, mengatakan berdasarkan informasi terbaru yang diterima melalui koordinasi kebencanaan nasional, abu vulkanik saat ini tidak terdeteksi di wilayah sekitar Krakatau maupun area sekitarnya.

Meski demikian, Pemkot Tangerang tidak serta-merta mengurangi kewaspadaan. Sebab kondisi aktivitas vulkanik dapat berubah dan dampak dari paparan sebelumnya masih perlu diperhatikan.

Konsep kebencanaan yang pertama memang mitigasi dan pencegahan. Intinya Pemkot Tangerang terus memperkuat langkah mitigasi dan memantau perkembangan informasi dari jejaring kebencanaan," katanya.

Menurutnya, evaluasi tersebut diperlukan karena beberapa wilayah Kota Tangerang belum mengalami hujan yang dapat membantu menurunkan partikel abu yang masih mungkin berada di lingkungan.

Karena itu, perkembangan kondisi udara dan lingkungan tetap menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah berikutnya.


Pemkot Tangerang mengingatkan masyarakat untuk tidak panik dalam menyikapi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Namun, kewaspadaan tetap diperlukan dengan mengikuti informasi resmi dan memperhatikan arahan pemerintah maupun instansi terkait.

Dengan pemantauan yang terus dilakukan, Pemkot Tangerang memastikan langkah penanganan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi terkini. Situasi yang membaik menjadi kabar positif, namun prinsip kehati-hatian dan mitigasi tetap dikedepankan untuk menjaga keselamatan masyarakat, kata Mahdiar.

Pewarta: Achmad Irfan
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.