REPUBLIKA.CO.ID, PENAJAM, – Upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut RT 16, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, masih terus dilakukan hingga Sabtu ini. Operasi yang telah memasuki hari ketujuh ini terpaksa diperpanjang karena masih terdeteksi sejumlah titik asap yang berpotensi kembali menjadi titik api.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, Nurlaila, di Penajam, Sabtu, menjelaskan bahwa penanganan belum bisa dihentikan. "Penanganan masih dilakukan karena hasil pemantauan udara menunjukkan sejumlah titik asap gambut yang berpotensi kembali menjadi titik api," ujarnya.
Berdasarkan pantauan drone, titik-titik asap tersebut tersebar di lahan gambut yang sulit dijangkau. Petugas harus berjuang keras untuk mencapai lokasi dengan menarik selang sepanjang 25 hingga 30 sambungan dari sumber air terdekat. Proses ini diperberat dengan kebutuhan pengisian fleksibel tank yang memakan sekitar lima hingga enam sambungan selang, sehingga penyemprotan air membutuhkan waktu dan tenaga ekstra besar.
Kendala Sumber Air dan Mobilisasi Personel
Kondisi sumber air menjadi kendala utama dalam operasi ini. Saluran sekunder di sekitar lokasi karhutla telah sepenuhnya mengering, memaksa petugas untuk hanya mengandalkan pasokan air dari saluran primer. Untuk mengatasi hal ini, tim gabungan mengoperasikan tujuh mata semprot yang terdiri dari empat unit dari BPBD, satu dari Dinas Pertanian, dan dua dari Manggala Agni.
Total luas kawasan yang terbakar tercatat mencapai 36,88 hektare. Guna memperkuat penanganan, sebanyak 75 personel dikerahkan ke lapangan. Mereka terdiri dari 30 personel BPBD, 15 petugas Dinas Pertanian, lima personel Manggala Agni, 12 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan 13 personel dari Direktorat Samapta Polres PPU.
"Pemadaman dan pendinginan seluruhnya menggunakan mesin portable dan slip on dengan memanfaatkan sumber air yang masih tersedia di lokasi," kata Nurlaila menambahkan. Dukungan juga datang dari PT KMS yang menyiagakan mesin portable berkapasitas besar di kawasan perbatasan lokasi kebakaran untuk membantu proses pemadaman.
Sebagai informasi, BPBD PPU mencatat hingga 2 Oktober 2026 telah terjadi 221 kali kejadian karhutla di kabupaten ini. Total area yang terbakar dari seluruh kejadian tersebut mencapai 503,47 hektare.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara