BPBD Parigi Moutong dirikan posko siaga darurat karhutla dan kekeringan

September 2026 · 2 minute read

BPBD Parigi Moutong dirikan posko siaga darurat karhutla dan kekeringan

Minggu, 6 September 2026 11:34 WIB

Image Print

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai memberikan pernyataan kepada sejumlah pewarta terkait kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana alam. ANTARA/Moh Ridwan

Parigi, Sulteng (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) mendirikan posko siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kekeringan menyikapi fenomena El Nino.

"Pemerintah telah mengumumkan bahwa September 2026 merupakan puncak musim kemarau dan dampak kuat fenomena El Nino, maka daerah melakukan kesiapsiagaan menghadapi kondisi itu," kata Pelaksanaan tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai di Parigi, Minggu.

Ia menjelaskan posko tersebut menjadi pusat koordinasi dan penanganan untuk mencakup wilayah Kecamatan Bolano, Bolano Lambunu, Taopa, dan Moutong, terutama dalam menghadapi penurunan debit air dan krisis air bersih akibat musim kemarau di wilayah itu.

Ancaman karhutla juga menjadi perhatian serius setelah terjadi kebakaran di Desa Santigi dan wilayah Bolano Lambunu, Kecamatan Bolano Lambunu. Berdasarkan analisis BMKG sekitar 86 persen wilayah Sulawesi Tengah telah memasuki musim kemarau, sehingga risiko kekeringan dan karhutla semakin meningkat.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla di delapan kecamatan, yakni Palasa, Tomini, Mepanga, Ongka Malino, Bolano, Bolano Lambunu, Taopa, dan Moutong.

"Penetapan status siaga darurat menjadi dasar untuk memperkuat koordinasi, mobilisasi sumber daya, pemantauan wilayah, respons cepat, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak," ujarnya.

Siaga darurat melibatkan personel pemadam kebakaran, TNI/Polri, Tagana, pemerintah kecamatan dan desa, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta unsur terkait lainnya.

BPBD juga menyiapkan satu unit mobil tangki di Kecamatan Bolano untuk dioperasikan menyuplai kebutuhan air bersih masyarakat dan kegiatan penanganan di wilayah terdampak, sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan dampak kekeringan.

Rivai mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, menghemat penggunaan air dan segera laporkan potensi karhutla maupun kondisi kekurangan air bersih kepada pemerintah.

"Pelaporan kejadian bencana di Parigi Moutong dapat menghubungi layanan darurat 112 maupun call center BNPB 117, atau pesan WhatsApp Pusat Pengendalian Informasi (Pusdalos) 08114180117 dan layanan aplikasi sistem informasi kebencanaan (Sibimo). Silahkan masyarakat mencatatkan layanan tersebut," kata dia.

Saat ini ketersediaan peralatan di posko siaga darurat merupakan tenda pengungsian tempat tidur lipat dua buah, mesin sedot air (alkon) dua set, kompor beserta tabung gas, penampung air, tong/tandon beserta penyangga tiga set, jest shooter pemadam dan alat pemukul api masing-masing dua set.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026