BPBD Malang: 12 hektare perkebunan jati di Gunung Geger terbakar - ANTARA News Jawa Timur

August 2026 · 2 minute read

Malang Raya (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Jawa Timur memperkirakan luas area lahan perkebunan jati di Petak GHI, kawasan Gunung Geger, Desa Sumberejo yang terdampak kebakaran sekitar 12 hektare.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan di Kabupaten Malang, Jumat, menyampaikan bahwa lahan jati di Gunung Geger yang mengalami kebakaran tersebut adalah milik Perhutani.

"Lokasi kebakaran di Gunung Geger, yang terdampak lahan pada Petak GHI diperkirakan seluas lebih kurang 12 hektare, (yang terbakar) vegetasi rumput kering, daun jati, dan semak-semak," kata Sadono.

BPBD Kabupaten Malang menyatakan menerima laporan tentang peristiwa kebakaran tersebut langsung dari masyarakat yang ketika itu sedang melintasi jalan di kawasan Gunung Geger, sekitar pukul 13.30 WIB.

Setelah menerima informasi mengenai kejadian itu, Tim Respons Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Malang langsung diterjunkan menuju titik kebakaran lahan untuk membantu pemadaman.

Lebih lanjut, Sadono mengatakan TRC BPBD setempat tiba di Gunung Geger sekitar pukul 13.40 WIB dan langsung melakukan upaya penanganan api bersama regu gabungan yang terdiri atas berbagai unsur, seperti Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang, Kepolisian Sektor (Polsek) Pagak, Komando Rayon Militer (Koramil) Pagak, Perhutani, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Kejadian tersebut dipastikan tidak sampai menimbulkan korban jiwa, meski demikian peristiwa kebakaran yang terjadi sempat berdampak pada terganggunya arus lalu lintas di jalur sekitar kawasan Gunung Geger.

Ia menyampaikan tim gabungan saat ini telah berhasil memadamkan api.

Setelah pemadaman, tim gabungan bersama-sama langsung melakukan upaya pembasahan atau pendinginan lokasi untuk mengantisipasi adanya sisa bara yang dapat memicu kebakaran susulan

"Suplai air mencukupi dari Damkar Kabupaten Malang, setelah penanganan lalu lintas sudah kembali normal, dan tidak ada korban jiwa," tutur Sadono.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.