BPBD Magetan buat ilaran hambat penjalaran karhutla Gunung Lawu - ANTARA News Jawa Timur

September 2026 · 2 minute read

Magetan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dan petugas gabungan membuat ilaran atau sekat bakar guna menghambat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda lereng Gunung Lawu di wilayah Desa Jabung, Kecamatan Panekan.

"Secara visual dari bawah, asap kebakaran di lereng Lawu yang terjadi Senin (14/9) kemarin memang sudah tidak terlihat. Tetapi ketika tim naik ke atas ternyata masih ada titik api. Maka teman-teman gabungan lalu melakukan upaya pemadaman, meski ada juga yang memang tidak terjangkau. Selain itu tim gabungan tadi juga membuat ilaran, agar api tidak menyebar," kata Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo di Magetan, Selasa.

Menurutnya, ada 276 personel gabungan dilibatkan dalam penanganan kebakaran di lereng Lawu tersebut. Mereka berasal dari unsur TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, Tagana, relawan, LMDH, hingga masyarakat desa sekitar.

Meski kondisi kawasan di sisi Magetan pada hari Selasa telah kembali normal, kata dia, namun personel tetap disiagakan untuk memastikan api tidak kembali masuk dan menjalar di wilayah Magetan.

"Kalau untuk area Magetan sudah normal. Ada satu titik yang dimungkinkan di wilayah Ngawi, tetapi kami masih standby semua untuk memastikan tidak ada hambatan kembali ke area Magetan," katanya.

Adapun ilaran yang dibuat mencapai sekitar 1,5 kilometer. Pembuatan sekat bakar juga dilakukan di wilayah Campurejo masuk Kabupaten Ngawi, untuk mengisolasi titik api di kawasan perbatasan agar tidak semakin meluas.

Salah satu kendala penanganan, lanjutnya, adalah keberadaan titik api di wilayah yang sulit dijangkau personel maupun peralatan. Selain itu kondisi angin yang cukup kencang juga menjadi faktor yang harus diantisipasi petugas karena dapat mempengaruhi arah dan kecepatan penjalaran api.

Eka menambahkan belum diketahui luasan pasti kawasan yang terbakar selama dua hari terakhir, sebab masih belum dapat ditetapkan. BPBD bersama Perhutani masih melakukan pendataan untuk memastikan luas area yang terdampak.

Selain itu posko karhutla di Kantor Desa Ngliliran juga masih disiagakan sebagai lokasi koordinasi petugas dalam menghadapi potensi kebakaran di kawasan lereng Lawu yang masih mungkin terjadi.

BPBD Magetan juga mengimbau masyarakat di tepian hutan untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak menyalakan api di kawasan yang memiliki banyak vegetasi kering dan mudah terbakar dan memicu karhutla lebih luas.

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.