BPBD Garut ungkapkan rumah yang roboh akibat longsor, berada di daerah rawan longsor - ANTARA News Jawa Barat

August 2026 · 2 minute read

Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyatakan rumah warga yang roboh akibat bencana tanah longsor di daerah itu, karena dibangun di lahan rawan bahaya longsor yang tidak layak dijadikan tempat tinggal permanen.

"Memang daerah itu dapat dikatakan rawan ya, karena memang daerah tebing dengan struktur tanah yang relatif gembur atau tidak stabil," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Garut Abud Abdullah di Garut, Rabu.

Ia menuturkan bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Genteng, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, Senin (17/8) petang, menyebabkan satu rumah warga ambruk, dan empat terancam dampak longsor.

Rumah milik keluarga Yana berpenghuni enam orang itu, kata dia, ambruk, karena tiang fondasi bangunan rumah tersebut terdampak longsor, sehingga tidak kuat menahan beban bangunan rumah.

"Kejadian kemarin rumah roboh dipicu oleh kondisi tanah yang memikul beban rumah permanen itu memang tidak kuat," katanya.

Ia menjelaskan lahan di daerah tersebut dinilai tidak layak untuk dibangun rumah, karena tanahnya yang gembur, sehingga kondisinya labil dan terdapat jurang yang cukup tinggi.

Kawasan itu, kata dia, sebelumnya merupakan area perkebunan yang cocok untuk tanaman, bukan dijadikan sebagai tempat tinggal dengan bangunan permanen.

"Tanah tersebut cocok untuk ditanami tanaman perkebunan atau digunakan untuk wilayah perkebunan, tidak untuk dibangun sebuah bangunan, apalagi bangunan permanen," katanya.

Ia menyampaikan BPBD Garut sudah melakukan asesmen untuk menangani warga yang menjadi korban terdampak bencana tanah longsor, dan saat ini mengungsi ke rumah kerabatnya.

Selanjutnya, BPBD Garut memberikan bantuan logistik dan menyiapkan penanganan lanjutan, persoalan bangunan rumah yang roboh berkoordinasi dengan Dinas Tata Ruang dan Permukiman.

"Penanganan selanjutnya dikoordinasikan dengan dinas terkait. BPBD juga telah memberikan bantuan berupa logistik," katanya.

Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.