BPBD Cianjur tangani cepat wilayah terdampak kemarau - ANTARA News Jawa Barat

July 2026 · 2 minute read

Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat berbagai upaya penanganan cepat dilakukan termasuk pendistribusian air dan pembangunan sumur bor di wilayah terdampak musim kemarau yang terus bertambah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama di Cianjur, Sabtu, mengatakan laporan sementara yang diterima pihaknya terdapat lima kecamatan mulai terdampak seperti Kecamatan Cibinong, Kadupandak, Leles, Naringgul, dan Cikalongkulon.

Untuk wilayah Kecamatan Leles dan Naringgul, rata-rata yang terdampak kemarau atau kekeringan area persawahan, sedangkan untuk tiga kecamatan lainnya dirasakan masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.

"Untuk Kecamatan Cibinong debit air sumur milik warga mulai berkurang bahkan mengering, sehingga warga terpaksa menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, namun kami sudah lakukan suplai ai bersih bersama PMI Cianjur," katanya.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan pendataan terkait beberapa wilayah yang mulai terdampak kekeringan dengan menyalurkan bantuan berupa suplai air bersih dengan tangki untuk wilayah yang mudah dijangkau dan membangun sumur bor.

Untuk lima kecamatan yang terdampak, baru Kecamatan Cibinong yang dilakukan suplai air bersih dengan tangki, sedangkan untuk kecamatan lainnya diupayakan segera dibangun sumur bor agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air bersih.

Untuk sejumlah kecamatan lainnya yang terancam kekeringan, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas PUTR Cianjur, Perumdam Cianjur, dan PMI Cianjur, guna melakukan upaya penangan cepat selama musim kemarau dengan melakukan suplai air dengan tangki.

Berdasarkan surat peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Jabar tiga minggu ke depan diperkirakan tidak ada potensi hujan terjadi di Cianjur, sehingga berbagai upaya pencegahan kekeringan dilakukan.

"Informasi dari BMKG potensi hujan masih ada namun rendah selama tiga pekan ke depan, sehingga berbagai upaya penanganan dilakukan bersama termasuk dalam suplai air bersih ke wilayah yang dapat terjangkau," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.