BNPB: Penanganan-pencegahan bencana sebagai prioritas Destana - ANTARA News Jawa Timur

August 2026 · 2 minute read

Malang Raya (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan penanganan komprehensif dan pencegahan kejadian bencana merupakan prioritas di dalam Desa Tangguh Bencana (Destana).

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto seusai pelaksanaan Lokakarya Pembelajaran Praktik Baik Destana dan Integrasinya dalam Sistem Perencanaan dan Penganggaran Desa di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, mengatakan, aspek penanganan dan pencegahan begitu penting dalam meminimalkan maupun mengantisipasi jatuhnya korban jiwa hingga kerugian materiil.

"Di Kota Malang ini dalam rangka memelihara dan meningkatkan forum Desa Tangguh Bencana, kami menyadari penanganan bencana secara keseluruhan dan aspek pencegahan ini menjadi faktor yang sangat penting. Kalau dihitung dari kerugian sangat luar biasa," kata dia.

Dia menjelaskan, salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki resiko bencana cukup tinggi adalah Jawa Timur.

Berdasarkan data dari BNPB, dalam rentang 2016 hingga 2025 Jawa Timur mengalami 3.893 kejadian bencana atau berada di urutan ketiga di bawah Jawa Barat dengan 6.692 kejadian dan Jawa Tengah sebanyak 6.504 kejadian.

Selain tiga wilayah itu, provinsi Aceh berada di urutan keempat 1.941 kejadian, Kalimantan Selatan 1.747 kejadian, Sumatera Utara 1.652 kejadian, Sulawesi Selatan 1.550 kejadian, Sumatera Barat 1.228 kejadian, Riau 1.197 kejadian, Kalimantan Timur 1.086 kejadian, dan Sumatera Selatan 1.070 kejadian.

Peta resiko bencana di Indonesia menyebutkan bahwa 30 provinsi masuk resiko sedang dan delapan provinsi sebagai resiko tinggi.

Kemudian, terdapat 363 kabupaten dan kota masuk resiko sedang bencana serta 151 kabupaten dan kota sebagai resiko tinggi bencana.

Suharyanto tak menginginkan Destana hanya menjadi forum yang bersifat seremonial, tanpa dampak nyata terhadap keamanan dan keselamatan masyarakat.

Ia menegaskan keberadaan Destana harus benar-benar dimaksimalkan dalam penanggulangan bencana, khususnya memberikan informasi akurat kepada masyarakat.

"Harus bisa berfungsi ketika daerahnya atau wilayahnya terancam dengan bencana yang saat ini adalah bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan," ujar dia.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.