BNPB gelar Operasi Modifikasi Cuaca atasi abu vulkanik Anak Krakatau

September 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto mengatakan pihaknya melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Minggu, untuk mengatasi abu vulkanik dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Hari ini kita melaksanakan OMC. Jadi, pesawatnya sudah siap di Pondok Cabe, akan dilaksanakan OMC sampai malam," kata Suharyanto dalam konferensi pers Situasi dan Kondisi Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau secara daring di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Waspada 6 bahaya abu vulkanik berikut ini

Menurut dia, ada dua teknik OMC. Yang pertama, bila kondisi ada awan dengan menstimulus terjadinya hujan.

"Untuk mendatangkan hujan. Kalau hujannya nanti turun dengan cukup deras, tentu saja abu vulkanik yang mulai dari kemarin sampai hari ini mengganggu kehidupan kita ini bisa segera luruh," katanya.

Kedua, bila kondisi tidak ada awan, dengan menyebar water mist untuk mengurai partikel abu berbahaya.

"Untuk DKI Jakarta, Banten dan Lampung, apabila tidak ada pertumbuhan awan hujan, kami dengan BMKG sepakat untuk menggunakan metode water mist, yaitu untuk mengurai partikel abu yang berbahaya," kata Suharyanto.

Ia mengatakan hingga saat ini, pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi yang terdampak di Banten dan Lampung belum ada yang menetapkan status kedaruratan.

Baca juga: BMKG terus pantau dampak erupsi Gunung Anak Krakatau

Baca juga: Sebagian besar Tangerang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau

"Pemerintah kabupaten dan provinsi yang terdampak belum ada yang menetapkan status kedaruratan. Artinya, dengan status kedaruratan ini meminta bantuan pemerintah pusat lewat BNPB untuk segera turun ke lapangan membantu," kata dia.

Namun demikian, pihaknya telah mengirimkan tim ke Banten dan Lampung untuk memantau langsung situasi di lapangan terkait dengan erupsi gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap masyarakat.

Pihaknya juga akan mengecek ketersediaan permakanan gudang-gudang logistik milik pemkab dan pemprov terkait.

"Jangan sampai nanti kosong isinya, dan apabila diperlukan untuk bantuan dari pemerintah pusat, kami akan segera dorong," kata Suharyanto.

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.