BMKG sebut musim kemarau di Papua Pegunungan berlangsung hingga Oktober 2026
Rabu, 2 September 2026 14:41 WIB
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Wamena Ricky R Holle. ANTARA/Yudhi Efendi
Wamena (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Wamena, Kabupaten Jayawijaya menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan masih akan berlangsung hingga Oktober 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Wamena Ricky R Holle di Wamena, Rabu, mengatakan saat ini wilayah Papua Pegunungan masih masuk dalam musim kemarau hingga bulan Oktober 2026.
“Kita di sini belum masuk musim hujan, masih kemarau, karena pada dasarian tiga meski ada hujan dua hari tetapi volumenya 21 milimeter. Sedangkan volume hujan dalam 10 hari atau satu dasarian volumenya 50 milimeter, masih tetap dikatakan musim kemarau, belum musim hujan,” katanya.
Menurut dia, dari pengamatan citra satelit dalam melihat perkembangan cuaca di wilayah Papua Pegunungan musim kemarau akan berlangsung pada bulan Oktober 2026.
“Musim kemarau akan berlangsung hingga pertengahan Oktober 2026 atau memasuki dasarian tiga. Selanjutnya masuk pada musim hujan,” ujarnya.
Dia menjelaskan El Nino atau fenomena pemanasan suhu permukaan air laut di atas rata-rata normal di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur berlangsung hingga bulan Desember 2026.
“El Nino akan berlangsung hingga akhir tahun 2026. Peristiwa alam seperti musim kemarau dan El Nino merupakan hal yang berbeda dalam kasus perkembangan cuaca,” katanya.
Dia menambahkan pada bulan Agustus 2026 pantauan citra satelit menandakan terdapat 2.700 titik api di wilayah Papua Pegunungan.
“Pada bulan Agustus 2026 terpantau citra satelit kami itu 2.700 titik api dan hujan dua hari pada 30-31 Agustus 2026 titik api itu menjadi nol atau tidak ada. Di wilayah Papua Pegunungan yang terbanyak terpantau titik api di Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya dan Tolikara,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026