BMKG Balikpapan perkuat peringatan kewaspadaan karhutla di Kaltim - ANTARA News Kalimantan Timur

September 2026 · 3 minute read

Balikpapan (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan memperkuat peringatan kewaspadaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring lonjakan titik panas (hotspot) di Kalimantan Timur yang melampaui catatan musim kering tahun 2015.

"Hotspot memang bukan berarti karhutla, tapi itu sebuah potensi terjadinya karhutla,” kata Kepala BMKG Balikpapan Djoko Sumardiono di Balikpapan, Rabu.

Sepanjang Agustus 2026 BMKG mencatat sebanyak 18.402 hotspot di Kaltim. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Agustus 2015 yang mencatat 9.793 titik panas, bahkan telah melampaui total hotspot hingga akhir September 2015 yang sebanyak 18.131 titik.

"Lonjakan titik panas mulai terlihat sejak Juli dan terus meningkat memasuki Agustus," kata Djoko.

Menurut dia, pola El Nino 2026 menunjukkan kemiripan dengan El Nino kuat pada 2015, dengan tren kekeringan yang diprakirakan masih berlanjut hingga September.

Kondisi tersebut diperkuat oleh potensi curah hujan yang berada pada kategori sangat rendah, yakni sekitar 0–20 milimeter di sebagian besar wilayah Kaltim.

"Minimnya hujan membuat lingkungan lebih rentan terhadap kemunculan titik panas, terutama ketika terdapat sumber pemicu kebakaran," katanya.

Oleh karena itu, BMKG meminta kewaspadaan lintas sektor untuk mendukung langkah mitigasi di tengah musim kering yang masih berlangsung.

Djoko menegaskan data hotspot tetap membutuhkan verifikasi lapangan oleh instansi terkait untuk memastikan kondisi riil di darat.

"Indikator cuaca menunjukkan tren penguatan kekeringan, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan,” ujarnya.

Dalam tiga hari terakhir, sejumlah kejadian karhutla tercatat di beberapa wilayah Kaltim. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran daerah telah menangani kebakaran lahan di Balikpapan Utara, Samboja, dan sebagian wilayah Kutai Kartanegara yang dipicu kondisi vegetasi kering serta angin kencang.

Penanganan dilakukan dengan pengerahan unit pemadam, relawan, serta dukungan personel TNI dan Polri.

Di Kabupaten Berau, petugas gabungan masih melakukan pendinginan di beberapa titik bekas kebakaran yang meluas pada akhir pekan lalu.

Kondisi lapangan menunjukkan api mudah kembali muncul karena lapisan permukaan tanah yang kering dan suhu siang hari yang tinggi. Sejumlah lokasi juga dilaporkan mengalami kabut asap tipis akibat bara yang belum sepenuhnya padam.

Sementara itu di Kabupaten Paser, kebakaran semak belukar di Kecamatan Tanah Grogot dan Batu Sopang berhasil dikendalikan setelah dua hari upaya pemadaman. BPBD setempat menyebut akses menuju lokasi kebakaran menjadi tantangan utama karena medan berbukit dan minimnya sumber air.

BMKG menyatakan dinamika cuaca masih dapat berubah. Namun, tren peningkatan hotspot pada musim kering 2026 ini perlu menjadi perhatian serius hingga memasuki puncak fenomena yang diprakirakan terjadi pada September–Oktober.

Pewarta: Arumanto/Novi Abdi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.