Blora terima Rp38,22 M untuk perbaikan 168 saluran irigasi
Jumat, 24 Juli 2026 04:25 WIB
Salah satu lokasi perbaikan saluran irigasi di Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang dibiayai oleh pemerintah pusat melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). ANTARA/Gunawan.
Blora (ANTARA) - Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp38,22 miliar untuk memperbaiki 168 lokasi jaringan irigasi yang tersebar di sejumlah daerah di Kabupaten Blora guna mendukung ketahanan pangan nasional.
"Bantuan anggaran sebesar Rp38,22 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) itu, juga bertujuan untuk memperbaiki jaringan irigasi, sekaligus untuk menggerakkan perekonomian masyarakat desa melalui pola swakelola yang melibatkan kelompok tani," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora Surat di Blora, Kamis.
Ia mengatakan jaringan irigasi yang menjadi sasaran perbaikan berada di wilayah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Setiap titik kegiatan, kata dia, memperoleh anggaran sekitar Rp195 juta yang langsung disalurkan ke rekening Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebagai pelaksana kegiatan melalui mekanisme swakelola tipe IV.
Menurut dia pola swakelola tersebut memberi ruang bagi masyarakat untuk mengelola pembelian material sekaligus melaksanakan pekerjaan secara padat karya, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga di sekitar lokasi proyek.
Selain meningkatkan fungsi jaringan irigasi guna mendukung ketahanan pangan, pelaksanaan program itu juga untuk membuka lapangan kerja sementara dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
Dengan adanya program yang dilaksanakan secara swakelola oleh P3A bersama masyarakat, diharapkan bisa meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menciptakan lapangan kerja di wilayah perdesaan.
Salah satu desa penerima manfaat program tersebut, yakni Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen.
Kepala Desa Trembulrejo Muhamad Imroni mengatakan desa tersebut memperoleh tujuh lokasi kegiatan P3-TGAI pada tahun anggaran 2026 dengan total panjang saluran irigasinya mencapai 2,2 kilometer.
Salah satu paket pekerjaan berupa peningkatan jaringan irigasi tersier sepanjang 304 meter dengan nilai Surat Perjanjian Kerja Sama (SPKS) sebesar Rp195 juta dan masa pelaksanaan selama 84 hari kalender.
"Seluruh pekerjaan dilaksanakan secara swakelola oleh P3A Desa Trembulrejo," ujarnya.
Selain memperlancar distribusi air ke lahan pertanian, kata dia, proyek tersebut juga memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat karena tenaga kerja maupun kebutuhan material sebagian besar berasal dari desa setempat.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin/Gunawan
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.