REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Transformasi digital terus mengubah pola transaksi masyarakat Indonesia. Pengiriman uang yang sebelumnya banyak dilakukan melalui ATM dan mobile banking kini semakin mudah melalui dompet digital atau e-wallet, mulai dari transfer ke rekening bank, pengiriman saldo antar-e-wallet, top up hingga tarik tunai.
Di tengah semakin luasnya transaksi digital, Bank Indonesia menilai pertumbuhan tersebut perlu diimbangi penguatan kepercayaan dan perlindungan konsumen. Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan teknologi saja tidak cukup membangun kepercayaan dalam ekosistem digital.
“Teknologi dapat memungkinkan tumbuhnya kepercayaan, tetapi teknologi semata tidak dapat menciptakannya. Tata kelolalah yang menciptakannya,” kata Filianingsih baru-baru ini.
Di tengah semakin beragamnya pilihan layanan, biaya administrasi menjadi salah satu pertimbangan. Setiap penyedia e-wallet memiliki ketentuan berbeda terkait transfer antarbank, transfer antarplatform, top up dan tarik tunai. Perbedaan biaya serta kuota fasilitas gratis membuat pengguna perlu menyesuaikan layanan dengan pola transaksi sehari-hari.
Berdasarkan informasi resmi masing-masing layanan per September 2026, ShopeePay menyediakan transfer ke rekening bank tanpa biaya administrasi dan tanpa kuota bulanan, dengan minimum transaksi mulai Rp1. Transfer ke sejumlah e-wallet lain juga tersedia tanpa biaya administrasi dan tanpa kuota bulanan. Top up melalui aplikasi bank gratis hingga 20 kali per bulan, sedangkan top up tunai gratis hingga lima kali per bulan. Tarik tunai juga tersedia tanpa biaya pada kanal yang didukung.
DANA menyediakan transfer gratis ke rekening bank hingga 10 kali per bulan dengan minimum transaksi Rp10 ribu. Setelah kuota habis, transaksi mengikuti biaya yang berlaku. Top up melalui aplikasi bank tersedia gratis hingga 20 kali per bulan. Top up tunai melalui Alfamart gratis hingga empat kali per bulan, sedangkan melalui Indomaret dikenakan biaya Rp1.500.
GoPay menawarkan transfer gratis ke rekening bank hingga 100 kali per bulan dengan minimum transaksi mulai Rp1. Transfer ke e-wallet lain dikenakan biaya Rp1.000. Top up melalui aplikasi bank gratis hingga tujuh kali per bulan, sementara top up tunai melalui Indomaret, Alfamart/Alfamidi dan Pos Indonesia gratis hingga dua kali per bulan. Tarik tunai melalui ATM BCA dikenakan biaya Rp5.000, sedangkan melalui Alfamart/Alfamidi dan Indomaret gratis hingga dua kali per bulan.
Sementara OVO menerapkan biaya Rp2.500 untuk transfer ke rekening bank maupun e-wallet lain, dengan minimum transfer ke rekening bank Rp10 ribu. Biaya top up melalui aplikasi bank berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000, sedangkan top up tunai melalui Indomaret dan Alfamart/Alfamidi Rp2.000. Tarik tunai melalui ATM BCA dan Indomaret dikenakan biaya Rp5.000 per transaksi.
Perbedaan biaya dan kuota tersebut membuat pengguna perlu memahami ketentuan layanan sebelum bertransaksi. Selain tarif transfer, pengguna perlu memperhatikan minimum transaksi, kuota gratis, biaya top up, hingga kanal tarik tunai yang tersedia.
Bagi pengguna yang rutin melakukan transaksi, biaya kecil dapat terakumulasi apabila dilakukan berulang kali. Karena itu, layanan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk frekuensi transfer, pengisian saldo dan kebutuhan tarik tunai.
Transfer antar-e-wallet juga menjadi pertimbangan karena tidak semua keluarga, teman maupun mitra usaha menggunakan aplikasi yang sama. Kemudahan transfer lintas platform dapat membantu pengiriman uang, sementara fasilitas tarik tunai memberi alternatif bagi pengguna yang membutuhkan uang tunai.
Semakin beragamnya pilihan pembayaran digital memberikan ruang bagi masyarakat untuk memilih layanan sesuai kebutuhan. Pemahaman terhadap struktur biaya dan ketentuan penggunaan dapat membantu masyarakat memanfaatkan dompet digital secara lebih efisien.
Informasi biaya, kuota dan promo dapat berubah mengikuti kebijakan masing-masing penyedia. Pengguna perlu memeriksa ketentuan terbaru melalui aplikasi atau kanal resmi sebelum melakukan transaksi.