BI Papua jaga kecukupan uang "rupiah" di Provinsi Papua Pegunungan
Rabu, 2 September 2026 14:39 WIB
Kepala Perwakilan BI Papua Warsono saat menghadiri High Level Meeting dan Capacity Building TPID di Wamena, Papua Pegunungan . (ANTARA/HO/Dok BI Papua)
Jayapura (ANTARA) - Bank Indonesia menyatakan terus menjaga kecukupan uang rupiah di Provinsi Papua Pegunungan dengan memperhitungkan kebutuhan masyarakat agar dapat diserap dengan optimal dalam menunjang perekonomian.
"Selain itu dukungan terhadap pengembangan kompetensi petani dan tim pengendalian inflasi daerah (TPID) terus didorong melalui berbagai kesempatan sinergi bersama," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Warsono di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu.
Dikatakan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua bersama TPID Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayawijaya telah melaksanakan High Level Meeting dan Capacity Building TPID yang di laksanakan Selasa (1/9) di Wamena.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah konkret dalam merumuskan upaya pengendalian inflasi daerah, khususnya terhadap dinamika inflasi Papua Pegunungan yang relatif tinggi di bulan Juni lalu.
Sebelumnya BPS dalam rilisnya mengungkapkan untuk bulan Agustus tercatat inflasi Papua Pegunungan membaik menjadi 3,77 persen (yoy), tetapi perlu terus dikawal hingga masuk dalam sasaran inflasi nasional yaitu 2,5±1 persen (yoy).
"Kita perlu menjaga kestabilan antara sisi pasokan dan permintaan, karena untuk meningkatkan produktivitas petani lokal, perlu didampingi dengan penguatan kecukupan uang rupiah sebagai pendukung pergerakan perekonomian di Papua Pegunungan," kata Warsono.
Menurut dia, sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah dan mitra kerja diharapkan diperkuat guna menjaga stabilitas inflasi daerah.
"Melalui sinergi yang terjalin diharapkan Provinsi Papua Pegunungan dapat mencapai inflasi yang terkendali serta terciptanya kemandirian dan ketahanan pangan lokal yang mumpuni, " ujar Warsono.
Pewarta : Evarukdijati
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026