BI dan Pemprov NTT berkolaborasi memperkuat UMKM tembus pasar global
Kamis, 17 September 2026 19:07 WIB
UMKM mengikuti bootcam di Kupang, NTT. ANTARA/HO-BI NTT
Kupang, NTT (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemerintah Provinsi NTT memperkuat kapasitas UMKM agar mampu menembus pasar global melalui Bootcamp UMKM Ekspor 2026 di Kupang, NTT.
Analis Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM KI & Syariah KPw BI NTT Reyza Lisembina B di Kupang, NTT, Kamis, mengatakan kesiapan menjadi eksportir harus dibangun secara bertahap, mulai dari kualitas produk hingga kemampuan memenuhi kebutuhan pembeli.
"Menjadi eksportir bukan proses yang terjadi dalam waktu singkat, tetapi dibangun melalui kesiapan produk, ketepatan membaca pasar, konsistensi memenuhi standar, serta keberanian untuk terus belajar dan membuka jejaring baru," katanya.
Dia mengatakan Bootcamp tersebut membekali peserta dengan pemetaan pasar, penyusunan harga dan penawaran komersial, manajemen risiko pembayaran, komunikasi dan negosiasi bisnis, serta penguatan profil usaha, katalog produk, pemasaran digital, dan export pitching.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju business matching ekspor dalam Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 pada Oktober mendatang, sehingga UMKM diharapkan memiliki target pasar, materi penawaran, dan rencana tindak lanjut yang lebih siap.
Menurutnya, penguatan daya saing UMKM penting seiring perkembangan perdagangan luar negeri NTT. Berdasarkan data BPS nilai ekspor NTT pada Januari-Juni 2026 mencapai 32,03 juta dolar AS, turun 10,62 persen dibandingkan periode yang sama 2025, dengan surplus neraca perdagangan 29,78 juta dolar AS.
Dia menyebutkan dalam bootcamp ada sekitar 50 UMKM terpilih mengikuti pelatihan dari total 98 UMKM yang sudah mendaftar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Zet Sony Libing mengatakan kolaborasi BI dan Pemprov NTT penting untuk memperluas akses pasar produk unggulan daerah ke pasar internasional.
"NTT memiliki produk unggulan yang berpotensi menjangkau pasar internasional. Potensi ini perlu didukung dengan kualitas yang konsisten, kapasitas produksi yang memadai, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar tujuan," katanya.
Ia berharap penguatan kapasitas tersebut membuat UMKM NTT lebih siap membangun kemitraan usaha sekaligus menindaklanjuti peluang ekspor secara berkelanjutan.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.