BGN Hentikan Sementara Dapur MBG di Jayapura Terkait Kasus Keracunan Makanan

August 2026 ยท 3 minute read

Peninjauan dilakukan Trenggono untuk memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal, sekaligus memperkuat langkah evaluasi terhadap penyelenggaraan Program MBG.

Trenggono meninjau sejumlah fasilitas kesehatan yang menangani pasien, yaitu Puskesmas Depapre, Aula Kantor Distrik Depapre, dan RSUD Yowari. Guna memastikan seluruh pasien memperoleh pelayanan medis memadai, sekaligus memberikan dukungan moril kepada para penerima manfaat beserta keluarga.

Selain itu, ia juga mengunjungi SPPG Yayasan Kasih Iman Samuel, Papua, untuk mengevaluasi secara langsung proses penyediaan makanan serta pelaksanaan standar operasional yang diterapkan.

Baca Juga: Kepala SPPG Jayapura Dicopot, BGN Temukan Dugaan Pelanggaran SOP pada Kasus Keracunan MBG

"Saya langsung melakukan kunjungan ke SPPG yang menangani ini. Memang banyak sekali kekurangan. Saya sudah tegur juga koordinator wilayah, kenapa pengawasan seperti ini masih terjadi," kata Trenggono, dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

"Sementara kita suspend dulu, kita cek dan investigasi di mana letak kesalahannya, apakah pada SOP atau bahan bakunya. Ini menjadi evaluasi kita semua," ujarnya menambahkan.

Menurut Trenggono, evaluasi yang dilakukan bukan hanya untuk mengidentifikasi penyebab kejadian, tetapi juga sebagai upaya memperkuat sistem pengawasan sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Berdasarkan data, tercatat sebanyak 219 penerima manfaat MBG telah memperoleh penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. Sebanyak 83 pasien dirawat di RSUD Yowari, 61 pasien di Puskesmas Depapre, 14 pasien di Puskesmas Sentani, dua pasien di Puskesmas Komba, satu pasien di Puskesmas Kampung Harapan, empat pasien di RS Dok II Jayapura, 24 pasien di RS Abepura, 21 pasien di RS Kementerian Kesehatan, dan 20 pasien di RS Dian Harapan.

Dari jumlah tersebut, delapan pasien telah diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya membaik. Sementara, tiga pasien dirujuk dari RSUD Yowari ke RS Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan penanganan lanjutan sesuai dengan kebutuhan medis.

Baca Juga: Kepatuhan Prosedur Jadi Kunci Keamanan Pangan Program MBG

BGN terus berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah kabupaten, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan. Guna memastikan seluruh pasien mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik, sekaligus mendukung proses investigasi yang tengah berlangsung.

"Hasil penelusuran awal mengarah pada dugaan adanya penurunan kualitas salah satu menu, yakni tempe bacem yang dimasak terlalu dini. Namun demikian, penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sehingga seluruh pihak diminta menunggu hasil investigasi resmi," jelas Trenggono.

Hasil investigasi akan menjadi dasar penyempurnaan sistem pengawasan mutu, keamanan pangan, serta penerapan standar operasional pada seluruh tahapan penyelenggaraan Program MBG.

BGN terus memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.

"Di sisi lain, evaluasi menyeluruh terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin baik serta memberikan manfaat yang aman bagi seluruh penerima," kata Trenggono.

Baca Juga: Bersih-bersih Dapur MBG

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, menyatakan, pihaknya hadir sebagai fasilitator yang menjembatani koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Hal ini dilakukan agar penanganan korban maupun evaluasi penyelenggaraan Program MBG dapat dilakukan secara cepat dan komprehensif.

Menurutnya, MBG merupakan program strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha lokal.

"Karena itu, pelaksanaannya harus memenuhi standar keamanan pangan yang tinggi," ujar Ribka.

Ia menambahkan, keberhasilan Program MBG memerlukan keterlibatan aktif pemda dalam aspek perencanaan, pembinaan, dan pengawasan agar pelaksanaannya berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Baca Juga: 137 Kepala SPPG Dicopot, BGN Perketat Pengawasan Program MBG

Usai rapat koordinasi, Ribka bersama Trenggono terlebih dahulu meninjau para pasien yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Depapre.

Di lokasi tersebut, Ribka berdialog dengan tenaga kesehatan untuk memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan medis yang cepat, tepat, dan optimal.

"Keselamatan dan kesehatan para korban adalah prioritas utama. Pemerintah harus memastikan seluruh pasien memperoleh pelayanan kesehatan terbaik hingga benar-benar pulih. Kita ingin memastikan seluruh penanganan berjalan maksimal," jelasnya.