Bendungan Meninting Diresmikan, Akhiri Konflik Petani di NTB

July 2026 ยท 3 minute read

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bendungan ini diklaim mampu menjadi peredam konflik imbas kekurangan pasokan air di lahan pertanian warga.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan kehadiran Bendungan Meninting membawa kabar baik bagi masyarakat. Salah satunya adalah kemampuan menghindari konflik karena perebutan sumber air ke lahan-lahan pertanian warga ketika kemarau.

"Khusus untuk Bendungan Meninting ini sendiri, bendungan ini Bapak, mohon izin, bisa mengurangi konflik horizontal. Sebelum bendungan ini ada selalu terjadi antara para petani di Lombok Barat khususnya, karena mereka selalu berebut air manakala musim tanam tiba," ungkap Dody dalam Peresmian Lima Bendungan oleh Presiden di Bendungan Meninting, Lombok, NTB, dikutip Sabtu (11/7/2026).

Dody menjelaskan, bendungan ini mampu menampung 10 juta meter kubik air. Sehingga airnya bisa dimanfaatkan sepanjang tahun.

"Sawah yang tadinya bergantung pada tadah hujan semata menjadi sawah yang kita bisa aliri dari bendungan seluas 1.600 hektare dengan jaringan irigasi kurang lebih 26 kilometer," ujar dia.

Kepastian air bagi tanaman ini meningkatkan produktivitas padi, dari satu kali menjadi tiga kali musim panen. Produktivitasnya mampu menembus 6,3 ton per hektare.

Penuhi Kebutuhan Air Warga dan Hindari Banjir

Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). (Dok Bakom)

Perbesar

Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. (Dok Bakom)

Dia menerangkan, wilayah yang tadinya mengalami keterbatasan air kini mampu dilayani air bersih 0,15 meter kubik per detik. Hal ini meningkatkan cakupan pelayanan air minum menjadi kurang lebih 100 ribu jiwa.

Wilayah rawan banjir sebelumnya juga diklaim terlindungi oleh adanya Bendungan Meninting ini. Selain itu, bendungan ini menyimpan potensi sebagai sumber energi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung.

"Menjadi kawasan yang lebih aman dengan mengurangi potensi banjir Bapak, khususnya untuk Kecamatan Gunung Sari, Lingsar, Batuayar, Ampenan di Kabupaten Lombok dan juga sebagian Kota Mataram serta ada potensi juga energi untuk PLTA dan PLTS, serta pariwisata dan ekonomi kerakyatan," tutur dia.

Didukung Jaringan Irigasi

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo dalam Peresmian Lima Bendungan, di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). (Liputan6.com/Arief)

Perbesar

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo dalam Peresmian Lima Bendungan, di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. (Liputan6.com/Arief)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan di Indonesia. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan kelima bendungan ini bisa mengerek produksi padi nasional.

Dody dalam laporannya menjelaskan, lima bendungan yang diresmikan tersebut dibangun dalam jangka waktu 10 tahun, sejak 2015 hingga 2025. Bendungan-bendungan ini mampu menyalurkan air melalui irigasi sepanjang 280 kilometer (km).

"Lima bendungan ini telah memberikan manfaat layanan irigasi seluas kurang lebih 40 ribu hektare (ha) yang ditunjang oleh total jaringan irigasi sepanjang 280 km," kata Dody dalam Peresmian Lima Bendungan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).

Lima bendungan yang diresmikan Kepala Negara di antaranya Bendungan Jlantah di Karanganyar, Jawa Tengah; Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat; Bendungan Sidan di Gianyar, Bali; Bendungan Keureuto di Aceh Utara, Aceh; serta Bendungan Rukoh di Pidie, Aceh.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6