Semangat tersebut diwujudkan ASABRI melalui Program Pemberdayaan Disabilitas Tangguh ASABRI (PELITA), sebuah inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang menghadirkan ruang pembelajaran dan pengembangan kompetensi bagi peserta ASABRI, khususnya Prajurit TNI dengan status disabilitas.
Baca Juga: 55 Tahun, ASABRI Hadirkan Perlindungan yang Menyertai Setiap Perjalanan Pengabdian
Melalui program ini, ASABRI tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membuka akses bagi peserta untuk memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai ruang baru dalam mengembangkan potensi dan membangun kemandirian.
Program PELITA dilaksanakan melalui kolaborasi ASABRI bersama Kodam Jaya dan Alunjiva Indonesia, dengan menghadirkan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Digital Marketing, dan bekal kemampuan sebagai Content Creator.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 28 prajurit TNI dengan status disabilitas di lingkungan Kodam Jaya yang bertempat di Aula Ahmad Yani, Makodam Jaya.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Waaspers Kasdam Jaya, Letkol Arh Irvan Nurdin, S.E., M.M., dan dilanjutkan dengan sambutan Direktur Utama PT ASABRI (Persero) yang dibacakan oleh Sekretaris Perusahaan PT ASABRI (Persero), Okki Jatnika.
Pelaksanaan program ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang inklusif sekaligus relevan dengan kebutuhan peserta di era transformasi digital.
Dari Kompetensi Menuju Kemandirian
Bagi ASABRI, pengembangan kompetensi bukan sekadar tentang memperoleh pengetahuan baru, tetapi menjadi pintu masuk untuk membuka peluang yang lebih luas.
Melalui penguasaan keterampilan digital, peserta diharapkan dapat semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, mengembangkan kreativitas, serta memanfaatkan ruang digital untuk mendukung aktivitas yang produktif.
Pelatihan TIK memberikan fondasi pemahaman terhadap teknologi digital, sementara materi digital marketing dan content creator membuka wawasan mengenai pemanfaatan ekosistem digital untuk komunikasi, pemasaran, dan pengembangan kreativitas.
Kompetensi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk terus berkarya sesuai dengan potensi dan minat masing-masing.
Manfaat tersebut turut dirasakan oleh Peltu Kaspari, prajurit Kodim 0507 Bekasi, yang mengikuti kelas digital marketing. Menurutnya, melalui pelatihan ini ilmu dan wawasan akan berkembang menjadi lebih baik walaupun dalam tingkat dasar untuk kompetensi digital.
“Kesan yang sangat luar biasa dengan program pelatihan ini. Program ini menambah ilmu dan memberikan wawasan dalam tingkat dasar. Setidaknya kami punya kemampuan untuk berkembang lebih baik. Terima kasih ASABRI dan Alunjiva” ujar Peltu Kaspari
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kompetensi digital dapat menjadi bekal yang aplikatif bagi peserta untuk mengembangkan aktivitas produktif.
Karena itu, PELITA diarahkan tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kompetensi, produktivitas, hingga kemandirian secara berkelanjutan.
“Kami meyakini bahwa setiap peserta memiliki potensi untuk terus tumbuh, berkarya, dan memberikan kontribusi ketika memperoleh akses, kesempatan, serta dukungan yang setara. Melalui PELITA, ASABRI ingin membuka ruang bagi peserta untuk terus belajar dan mengembangkan potensi melalui kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Sekretaris Perusahaan PT ASABRI (Persero), Okki Jatnika saat membacakan sambutan Direktur Utama PT ASABRI (Persero).
Menurutnya, pemberdayaan merupakan proses yang perlu dibangun secara berkelanjutan. Oleh karena itu, ASABRI terus mendorong berbagai inisiatif yang tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi bekal bagi peserta untuk menghadapi perubahan dan menciptakan peluang baru.
Dorong Pemberdayaan yang Inklusif
Program PELITA juga menjadi bagian dari kontribusi ASABRI dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita keempat, yang menekankan penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains dan teknologi, pendidikan, serta peran penyandang disabilitas.
Semangat tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang mendorong terwujudnya pendidikan yang inklusif dan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.
Melalui PELITA, ASABRI menerjemahkan semangat tersebut dalam bentuk akses pembelajaran yang dapat dirasakan secara langsung oleh peserta.
Sebagai bagian dari TJSL pada pilar sosial, PELITA menempatkan pemberdayaan sebagai salah satu upaya untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.
Pendekatan ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga mendorong mereka untuk mengembangkan kapasitas dan potensi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Bagi ASABRI, pemberdayaan yang inklusif berarti memastikan setiap peserta memiliki ruang untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkarya. Dengan demikian, kondisi yang dihadapi tidak menjadi penghalang bagi peserta untuk tetap produktif dan memberikan kontribusi di lingkungan sekitarnya.
Kolaborasi untuk Memperluas Dampak
Pelaksanaan Program PELITA menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Sinergi ASABRI Bersama Kodam Jaya dan Alunjiva Indonesia sebagai mitra pelaksana menjadi bagian penting dalam menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga inisiatif pemberdayaan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi mampu membuka lebih banyak ruang pembelajaran dan pengembangan kompetensi bagi peserta ASABRI di masa mendatang.
Langkah tersebut sejalan dengan visi ASABRI untuk “Menjadi Pengelola Asuransi Sosial Tepercaya, Profesional, dan Peduli kepada Kesejahteraan Peserta.”
Kepedulian kepada peserta tidak hanya diwujudkan melalui penyelenggaraan program asuransi sosial, tetapi juga melalui berbagai inisiatif yang mendukung pengembangan kapasitas dan kualitas kehidupan peserta.
Melalui PELITA, ASABRI ingin memastikan bahwa transformasi digital dapat menjadi ruang yang semakin terbuka bagi seluruh peserta. Sebab, kesempatan untuk belajar dan berkembang merupakan bagian penting dari perjalanan menuju kemandirian.
Bagi ASABRI, PELITA bukan sekadar tentang keterampilan yang diperoleh dalam sebuah pelatihan. Lebih dari itu, program ini merupakan upaya membuka kesempatan agar para prajurit tangguh dapat terus belajar, mengembangkan potensi, dan menemukan ruang baru untuk berkarya.