REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado, Sulawesi Utara, mengungkapkan masih ditemukan praktik penyerahan antibiotik tanpa resep dokter di sejumlah apotek. Praktik ini dinilai sangat berbahaya karena dapat memicu terjadinya Antimicrobial Resistance (AMR) atau resistensi antimikroba.
Kepala BBPOM Manado, Hermanto, menyampaikan keprihatinan tersebut dalam acara sosialisasi bagi apoteker dalam rangka Hari Apoteker Sedunia di Manado, Jumat. "Jadi resistensi antimikroba menjadi perhatian dunia karena berdasarkan materi tadi, apabila kita tidak berkontribusi, di tahun 2050 akan banyak kematian," ujarnya.
Menurut Hermanto, peningkatan angka kematian tersebut disebabkan oleh antibiotik yang sudah tidak efektif lagi dalam mengobati penyakit atau membunuh kuman. Kondisi ini memerlukan gerakan bersama dari berbagai pihak untuk mencegah risiko yang lebih besar.
Gerakan Nasional Cegah Resistensi Antimikroba
Hermanto menekankan pentingnya gerakan nasional yang melibatkan semua elemen, termasuk mahasiswa. "Makanya harus sama-sama, ada gerakan nasional termasuk sampai ke tingkat yang terendah ini, ke mahasiswa juga harus dibekali," tegasnya.
Ia menambahkan, semua pihak harus digerakkan untuk mencegah meningkatnya risiko kematian akibat resistensi antimikroba. "Perlu digerakkan bersama mulai dari Badan POM, ada pemerintah, ada pelaku usaha, akademisi/mahasiswa hingga media," sebut Hermanto.
Kerja sama pentaheliks yang diterjemahkan berdasarkan tugas masing-masing diarahkan untuk menekan serendah mungkin angka kematian akibat resistensi antibiotik. Hermanto menyerukan perlunya aksi nyata, pemberian edukasi, pemberdayaan, hingga pengelolaan limbah yang melibatkan semua pihak.
Sosialisasi dalam rangka Hari Apoteker Sedunia tahun ini mengangkat tema "Memberdayakan Apoteker Untuk Masa Depan Yang Lebih Sehat". Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa jurusan farmasi dan profesi apoteker Universitas Sam Ratulangi, Politeknik Negeri Kesehatan, Ikatan Apoteker Indonesia Sulawesi Utara, serta Persatuan Ahli Farmasi Indonesia Sulawesi Utara.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara