Barantin Jabar menghadirkan REKAPIN pangkas denda inap kontainer eksportir - ANTARA News Jawa Barat

August 2026 · 2 minute read

Bandung (ANTARA) - Balai Karantina Indonesia (Barantin) Jawa Barat (Jabar) meluncurkan platform digital terintegrasi bernama REKAPIN guna memangkas kerumitan birokrasi sertifikasi karantina serta memproteksi pelaku usaha dari potensi kerugian miliaran rupiah akibat denda inap kontainer hingga risiko pembatalan kegiatan ekspor-impor.

Kepala Subbagian Umum Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Barat Khori Arianti dalam keterangan di Bandung, Kamis, mengatakan sistem yang mengintegrasikan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), Perjanjian Kinerja (PK), dan akselerasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) itu dihadirkan untuk memastikan kepastian waktu layanan (Service Level Agreement/SLA) ekspor, impor, dan komoditas antararea secara transparan.

Melalui pemantauan SLA yang ketat dan pengawasan digital, REKAPIN dirancang menghilangkan praktik pungutan liar, mempercepat tindakan karantina, serta memangkas efisiensi waktu operasional eksportir dan importir di lapangan.

Khori menegaskan bahwa terobosan digital ini merupakan fondasi utama kepastian hukum dan efisiensi bagi iklim bisnis di Jawa Barat.

"Inovasi pelayanan publik bukan sekadar modernisasi sistem digital, melainkan komitmen nyata untuk memberikan kenyamanan dan kepastian bagi pelaku usaha," kata dia.

Selain efisiensi birokrasi, aplikasi REKAPIN turut menghadirkan kemudahan akses informasi perkarantinaan secara daring, meliputi fitur antrean daring, pendaftaran magang mahasiswa, hingga asisten FAQ berbasis chatbot 24 jam.

Peningkatan mutu layanan tersebut terbukti mendorong capaian nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Karantina Jawa Barat berada pada kategori sangat baik.

Khori menambahkan, penguatan pengawasan internal ini sangat krusial untuk menjaga transparansi biaya operasional para pelaku usaha agar tetap sesuai regulasi resmi.

"Sinergi antara pengawasan internal yang kuat dan pembangunan Zona Integritas melalui pemanfaatan aplikasi REKAPIN menjamin tidak adanya biaya di luar ketentuan baku. Hal ini sangat vital untuk mendorong daya saing komoditas unggulan asal Jawa Barat di pasar internasional," ujar dia.

Ke depan, Karantina Jabar berkomitmen terus mengembangkan terobosan layanan publik yang inklusif demi mendukung pertumbuhan iklim investasi daerah sekaligus menjaga kelestarian keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Pewarta: RPG
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.