Tanjab Barat, Jambi (ANTARA) - Komitmen nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi dan pangan masyarakat sekitar wilayah operasi kembali ditunjukkan oleh SKK Migas PetroChina International Jabung Ltd. Melalui program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) atau yang lebih dikenal dengan istilah Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan hulu migas ini secara resmi menyerahkan bantuan sektor peternakan dan perikanan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Kecamatan Betara dan Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Senin (7/9/2026) yang dikemas dalam acara seremonial penebaran benih ikan jenis Gurami, Lele dan Patin, sekaligus peresmian program pelibatan dan pengembangan masyarakat (PPM) bidang perikanan dan peternakan Tahun 2026.
Bantuan tersebut digelontorkan untuk tiga Pokdakan di Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara meliputi Pokdakan Bina Lestari, Sinar Betara dan Karya Bhakti, dengan akumulasi bantuan sebesar Rp.162.670.500.
Kemudian, Pokdakan Papadaan Pematang Lindung, Desa Pematang Buluh di kecamatan yang sama dengan total bantuan benih senilai Rp137.029.500.
Lalu bantuan dukungan program PPM pengembangan peternakan sapi dan revitalisasi kambing di Desa Sungai Keruh, Kecamatan Tebing Tinggi dengan nilai bantuan mencapai Rp.134.771.000.
Goverment and Relation Superintendent PetroChina International Jabung Ltd, Lasno, mewakili manajemen saat menyampaikan sambutan menjelaskan bahwa program pelibatan dan pengembangan masyarakat atau CSR bukan hanya sekadar wujud kewajiban kepedulian sosial perusahaan.
Program itu dinilai sebagai bentuk investasi sosial dan komitmen moral jangka panjang untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi kami.
Ia menambahkan bahwa program yang dijalankan tersebut senantiasa bertumpu pada tiga pilar atau prinsip utama yang dibagi ke dalam tiga substansial.
Meliputi pemberdayaan berbasis potensi lokal atau pemberdayaan ekonomis, dimana, PetroChina menyadari bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki potensi sumber daya alam dan komoditas lokal yang luar biasa di sektor perikanan darat dan peternakan.
Melalui PPM 2026 ini, pihaknya ingin berfokus pada transformasi potensi perikanan agar menjadi sumber pendapatan yang produktif inklusif dan mandiri bagi kelompok-kelompok masyarakat di Desa Pematang Lumut, Pematang Buluh, dan Sungai Keruh.
Menurut Lasno, bantuan sarana fisik hanya bagian dari pemicu awal. Mengingat substansi dari program ini pada intinya terletak pada pembelajaran dan pendampingan teknis berkelanjutan-salah satunya melalui kolaborasi bersama lembaga ahli. Seperti dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam dan Universitas Jambi.
Lanjutnya, melalui program itu, PetroChina ingin memastikan bahwa para pembudidaya ikan air tawar dan peternak memiliki pengetahuan, keterampilan, serta daya saing yang cukup agar mampu mengelola bantuan ini menjadi usahanya secara mandiri dan berkelanjutan bahkan di masa mendatang.
Yang tidak kalah penting, keberhasilan pembangunan masyarakat tidak dapat dicapai secara tunggal.
Kehadiran pemerintah daerah, serta dukungan semangat dari kelompok masyarakat menjadi pondasi utama dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat perekonomian desa.
"Melalui penyerahan bantuan yang laksanakan secara simbolis dan penebaran benih ikan hari ini, kami berharap manfaat yang dirasakan tidak berhenti pada aspek peresmian seremonial semata, tetapi benar-benar berkembang dan bergulir menjadi penggerak roda ekonomi keluarga, memperluas lapangan kerja lokal, serta mempererat rasa kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat sekitar," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BPBAT Sungai Gelam, Nur Muflich Juniyanto, menyampaikan bahwa sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bidang perikanan budidaya, pihaknya siap memberikan dukungan teknis secara optimal demi keberhasilan program PetroChina tersebut.
Menurut Nur Muflich, program bantuan benih ikan ini pada dasarnya bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga. Namun, ke depan, program ini diharapkan dapat berkembang lebih luas dan berkelanjutan.
Apalagi program ini merupakan bentuk dukungan dari PetroChina terhadap pemenuhan gizi masyarakat sekaligus membantu program pemerintah, dari sisi mewujudkan ketahanan pangan di sektor perikanan.
"Sederhananya (program) ini untuk ketahanan pangan keluarga, tetapi harapannya muncul multiplier effect dari manfaat-manfaat lainnya, kuncinya adalah keberlanjutan. Ketika panen nanti, hasilnya tidak langsung dihabiskan, tetapi dilanjutkan dan di kembangkan kembali," jelasnya.
Apresiasi atas program PetroChina ini turut disampaikan oleh Kabid Sosial dan Pemerintah Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tanjab Barat, Jafar. Menurut dia, dukungan pemberdayaan yang dilaksanakan oleh PetroChina sangat berharga, terutama di tengah keterbatasan pembiayaan pembangunan yang dihadapi pemerintah daerah saat ini.
Ia menilai, di tengah keterbatasan anggaran daerah, keberadaan PetroChina melalui program pemberdayaan di luar pembiayaan pemerintah daerah menjadi angin segar untuk menopang sektor-sektor produktif.
Melalui bantuan di bidang perikanan dan peternakan ini, Pemkab Tanjab Barat berharap Program CSR PetroChina ini akan dapat meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat di Tanjung Jabung Barat dan sinergi antara pemerintah daerah dan PetroChina International Jabung Ltd. dapat terus terjalin erat.
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.