- Pasar keuangan Indonesia berakhir beragam, saham melemah sementara rupiah menguat
- Wall Street kompak melonjak di tengah euforia saham teknologi
- Data ekonomi dari dalam dan luar negeri akan menjadi penggerak pasar hari ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam. Bursa saham melemah tetapi rupiah berakhir di zona hijau.
Pasar keuangan Indonesia diharapkan bisa kompak berakhir positif pada hari ini. Selengkapnya mengenai sentimen pasar keuangan Indonesia bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal melanjutkan penguatan pada awal pekan. Pada perdagangan Senin (3/8/2026), IHSG ditutup nyaris tak bergerak dan hanya turun tipis 0,03% ke 6.234,49.
Meski stagnan, aktivitas perdagangan tetap ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp14,38 triliun. Sebanyak 348 saham melemah, l 292 saham menguat sementara 150 stagnan, mencerminkan sentimen pasar yang masih cenderung hati-hati.
Investor asing mencatat net sell sebesar Rp 708 miliar pada perdagangan kemarin.
Tekanan terhadap IHSG datang dari sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti Barito Renewables Energy (BREN), DCI Indonesia (DCII), Bank Central Asia (BBCA), Bukit Uluwatu Villa (BUVA), dan Multipolar Technology (MLPT).
Pelaku pasar saat ini tengah menimbang berbagai sentimen penting, baik dari dalam maupun luar negeri.
Dari global, bursa Asia kompak terkoreksi di tengah ketidakpastian geopolitik dan kehati-hatian investor meski Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran.
Sementara dari domestik, perhatian investor tertuju pada sejumlah data krusial seperti inflasi Juli, PMI manufaktur, neraca perdagangan, hingga rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026. Deretan data tersebut diperkirakan akan menjadi penentu arah IHSG dalam beberapa hari ke depan.
Dari pasar mata uang, nilai tukar rupiah kembali ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini.
Merujuk data Refinitiv, pada perdagangan Senin (3/8/2026), rupiah ditutup terapresiasi 0,06% ke posisi Rp17.980/US$.
Penguatan rupiah memperpanjang tren positifnya dengan menguat dua hari beruntun.
Sepanjang perdagangan kemarin, rupiah bergerak pada rentang Rp17.950-Rp17.995/US$. Meski sempat mendekati kembali level psikologis Rp18.000/US$, rupiah berhasil bertahan di zona hijau.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,12% ke posisi 99,793.
Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) naik tipis ke 7,375% pada perdagangan Senin kemarin dari 7,337% pada Jumat pekan lalu.
Imbal hasil yang naik menandai harga SBN yang turun karena tengah dijual investor.