Bandara Mutiara layani penerbangan internasional perdana Palu-Guangzhou
Jumat, 7 Agustus 2026 05:32 WIB
Wakil Gubernur Sulteng Reny A Lamadjido (kiri) didampingi Gubernur Sulteng Anwar Hafid (kanan) secara resmi meresmikan penerbangan internasional perdana rute Palu-Guangzhou di Palu, Kamis malam (6/8/2026). ANTARA/Nur Amalia Amir
Palu (ANTARA) - Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri di Palu, Sulawesi Tengah resmi melayani penerbangan internasional perdana rute Palu-Guangzhou, China, yang dilayani maskapai Garuda Indonesia pada Kamis (6/8) malam.
“Ini adalah sebuah sejarah baru tentunya bagi kita Sulawesi Tengah. Bandara kita perdana beroperasi sebagai bandara internasional,” kata Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid pada peresmian penerbangan internasional perdana Palu-Guangzhou.
Ia mengatakan penerbangan tersebut menandai terbukanya konektivitas internasional dari Sulawesi Tengah setelah Bandara Mutiara SIS Al-Jufri ditetapkan sebagai bandara internasional pada 2025.
Menurut dia, pembukaan rute Palu-Guangzhou menjadi salah satu tanda kemajuan Sulawesi Tengah, khususnya dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Ia mengatakan konektivitas langsung dengan Guangzhou dapat membuka akses yang lebih luas bagi pengembangan potensi daerah, terutama sektor pariwisata, investasi, dan kerja sama ekonomi dengan China.
Ia mengatakan penerbangan perdana yang dijadwalkan pada pukul 20.20 WITA tersebut mengangkut 157 penumpang dari Palu menuju Guangzhou dengan seluruh kursi terisi penuh dan waktu tempuh sekitar lima jam.
Gubernur berharap pembukaan rute tersebut menjadi awal semakin kuatnya konektivitas Sulawesi Tengah dengan China dan negara-negara lainnya.
Selain itu, kata dia, Pemprov Sulteng menargetkan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri ke depan dapat melayani penerbangan embarkasi haji.
Karena itu, pihaknya mendorong pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri seiring dengan bertambahnya aktivitas penerbangan internasional, termasuk peningkatan fasilitas dan perluasan landasan pacu, ujar Anwar.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat melalui anggaran APBN dapat mempercepat perluasan landasan pacu sehingga kapasitas pelayanan bandara dapat ditingkatkan.
“Harapan saya mudah-mudahan dengan bantuan Pak Dirjen melalui anggaran APBN, perluasan landasan bisa lebih secepatnya, sehingga nanti mudah-mudahan dalam kurun waktu di masa jabatan kami, embarkasi penerbangan haji juga sudah bisa dilakukan dari Bandara SIS Al-Jufri ini,” katanya.
Ia menargetkan kebutuhan lahan untuk pengembangan bandara dapat diselesaikan sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat.
“Insya Allah mungkin dalam tahun 2028 ke depan sudah bisa, sudah clear and clean semua,” ujar Anwar.
Wakil Direktur PT Garuda Indonesia Thomas Sugiarto mengatakan penerbangan Palu-Guangzhou membuka akses dan jalur pertumbuhan ekonomi baru dengan menghubungkan potensi Sulawesi Tengah secara langsung dengan pasar internasional.
“Hari ini kita tidak sekadar membuka sebuah rute, tetapi juga membuka jalur pertumbuhan yang menghubungkan potensi Sulawesi Tengah secara langsung dengan pasar internasional,” katanya.
Menurut dia, Sulawesi Tengah berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi yang semakin strategis di kawasan timur Indonesia.
Potensi industri, perdagangan, investasi, pariwisata, serta berbagai komoditas unggulan daerah membutuhkan konektivitas udara yang mampu menghadirkan efisiensi perjalanan yang lebih cepat dan kompetitif.
Melalui penerbangan langsung tersebut, kata dia, waktu perjalanan menuju salah satu pusat perdagangan dan manufaktur terbesar di China dan Asia dapat dipersingkat.
Ia mengatakan penerbangan ini diharapkan memperlancar mobilitas pelaku usaha dan masyarakat, membuka akses pasar yang lebih luas, serta mendorong pertumbuhan peluang industri, investasi, dan kerja sama ekonomi baru.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bandara Mutiara resmi layani penerbangan internasional Palu-Guangzhou
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026