Balasan Menohok Presiden FIFA buat Pengkritik Piala Dunia 2026

July 2026 · 2 minute read

Jakarta -

Presiden FIFA Gianni Infantino tulis pesan perpisahan pada Piala Dunia 2026. Ajang yang menyatukan umat manusia, tapi tidak bagi yang punya kebencian.

Dilansir dari situs resmi FIFA, tulisan itu berjudul 'FIFA World Cup 2026™: FIFA President message'. Gianni Infantino menulis panjang dengan kata-kata menyentuh, sekaligus membungkam para pengkritik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kepada semua yang merindukan permainan indah, emosi, perayaan, tawa, tangisan, tipu daya, dan kegembiraan. Kepada semua yang merindukan menyaksikan anak-anak, bayi, kakek-nenek, dan orang tua berkumpul untuk permainan indah ini, saya minta maaf karena pertandingan telah berakhir dan maaf karena Anda melewatkan semua kegembiraan dan kebersamaan itu. Maaf karena Anda begitu terbuai oleh kebencian dan kritik sehingga Anda melewatkan semuanya," bukanya.

"Kepada mereka yang berada di balik pena dan kertas mereka, di balik layar mereka yang menyebarkan kebencian dan rumor palsu, saya ingin mengatakan bahwa sementara Anda duduk di belakang, kami di FIFA berada di garis depan, mengatur, bekerja keras, dan memberikan pertunjukan terbaik di dunia," sambungnya.

"Sementara Anda bersembunyi, kami menjelajahi jalan-jalan di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, berbicara dengan penggemar, berinteraksi dengan orang-orang, dan memastikan keselamatan semua orang,"

"Sementara Anda memecah belah, kami bersatu. Orang-orang berkumpul sebagai keluarga, sebagai penggemar, sebagai satu kesatuan,"

Gianni Infantino memaklumi ada beberapa kontroversi, salah satunya soal kartu merah Balogun yang diputihkan dan bisa main. Tapi menurutnya, hal itu beberapa kali pernah terjadi.

"Ketidakpuasan Anda terhadap beberapa keputusan yang dibuat oleh otoritas yang berwenang dapat dimengerti, tetapi silakan merujuk pada catatan publik: keputusan seperti itu umum terjadi di beberapa liga terpenting," ungkapnya.

"Memang, keputusan wasit yang 'diperdebatkan' atau keputusan disiplin yang 'aneh' seperti misalnya kartu merah atau kuning yang berpotensi salah atau keputusan selanjutnya untuk tidak melarang pemain dalam situasi tertentu adalah hal yang rutin dan diterima secara luas di beberapa liga terbesar di dunia,"

"Anehnya, negara-negara yang menerapkan praktik-praktik ini adalah negara-negara yang mengkritik,"

Gianni Infantino berharap semua orang berlapang dada menerima hasil yang ada. Pada akhirnya, sepakbola menyatukan umat manusia.

"Karena hanya permainan indah ini yang dapat menghadirkan pertunjukan luar biasa seperti ini, pertunjukan di mana semua orang menjadi satu dan terhubung kembali sebagai manusia," katanya.

"Kepada pena dan kertas, kepada semua layar, semoga kalian menemukan cinta dan kedamaian di tempat yang tidak dapat ditemukan oleh orang-orang di belakang kalian,"

"Semoga kalian menemukan kedamaian; kami di FIFA telah menemukan kedamaian kami dan kami menyampaikannya, dengan menyelenggarakan Piala Dunia FIFA yang paling luar biasa. Semoga sepak bola mengatasi semua kebencian,"

"Akhirnya, saya sangat bangga, sebagai Presiden FIFA, telah berkontribusi, meskipun sedikit, pada acara ini. Ini perasaan yang luar biasa!" tutupnya.

(aff/yna)