Bahaya Abu Vulkanik, Lakukan Ini kalau Terpaksa Bepergian Naik Motor

September 2026 ยท 2 minute read

Jakarta -

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau melanda sejumlah daerah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk menghindari menggunakan sepeda motor. Jika terpaksa, lakukan hal ini.

Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dalam surat edaran itu, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menghindari penggunaan sepeda motor. Namun, jika terpaksa bepergian menggunakan sepeda motor, maka perlu antisipasi dengan langkah yang tepat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hindari penggunaan kendaraan roda dua atau kendaraan terbuka lainnya untuk mengurangi paparan abu vulkanik. Apabila harus berkendara, kurangi kecepatan, nyalakan lampu, dan jaga jarak aman untuk menghindari kecelakaan lalu lintas," demikian dikutip dari Surat Edaran Kemenkes Nomor KL.01.02/A/17765/2026.

Berdasarkan SE Kemenkes tersebut dijelaskan, abu vulkanik mengandung partikel berukuran kasar hingga sangat halus serta pada kondisi tertentu dapat disertai gas vulkanik yang bersifat iritan. Komposisi dan tingkat bahayanya dapat berbeda pada setiap erupsi.

Abu vulkanik dapat menimbulkan dampak kesehatan seperti gangguan saluran pernapasan, gangguan mata, gangguan kulit, hingga risiko cedera dan kecelakaan lalu lintas akibat berkurangnya jarak pandang dan permukaan jalan yang licin.

Lakukan Ini kalau Terpaksa Berkendara

Jika tak ada pilihan lain dan terpaksa menggunakan sepeda motor, maka disarankan untuk menggunakan masker seperti N95, KN95, KF94, FFP2, atau yang setara. Apabila masker tersebut belum tersedia, gunakan masker medis yang tersedia sebaik mungkin sebagai perlindungan sementara.

"Masker harus menutup hidung, mulut, dan dagu serta diganti apabila basah, kotor, rusak, atau sulit digunakan untuk bernapas," katanya.

Lalu, gunakan kacamata pelindung tertutup atau goggles. Tidak mengucek mata yang terkena abu. Bilas mata menggunakan air mengalir atau cairan pembilas steril. Hindari menggunakan lensa kontak selama terjadi hujan abu.

Yang tidak kalah penting, gunakan pakaian berlengan panjang, celana panjang, dan alas kaki yang tertutup. Mandi atau membasuh bagian tubuh yang terpajan dan mengganti pakaian setelah beraktivitas di luar ruangan.

Dikutip dari Instagram Korlantas Polri, jika harus bepergian, maka pastikan untuk mengurangi kecepatan. Nyalakan lampu kendaraan. Dan berhenti jika kondisi memburuk.

(rgr/din)