Cabai hijau menjadi bahan yang memberi identitas hidangan ini. Sebuah artikel di Jurnal Teknologi Hasil Pertanian (Vol. X, No. 1, Februari 2017) merujuk data Depkes RI (1989): setiap 100 gram cabai hijau mengandung sekitar 23 kalori, 1,3 gram serat, dan 84 miligram vitamin C. Angka vitamin C tersebut juga sejalan dengan data Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) yang dikutip dalam Jurnal Kebidanan Vol. 3, No. 1, Januari 2017, yang mencatat cabai hijau besar 84 miligram per 100 gram.
| Zat gizi (per 100 gram cabai hijau) | Kandungan |
|---|---|
| Energi | 23 kalori |
| Serat | 1,3 gram |
| Vitamin C | 84 miligram |
Perlu diingat, kandungan itu berlaku untuk cabai mentah. Setelah dimasak, sebagian vitamin C bisa berkurang, sehingga menambahkan cabai di akhir memasak juga membantu menjaga mutu gizinya.
Keamanan Pangan: Masak dan Simpan dengan Benar
Ayam mentah dapat membawa bakteri seperti Salmonella. USDA FSIS menyatakan bahwa warna daging matang bukan penanda keamanan, sehingga hanya termometer makanan yang dapat memastikan ayam mencapai 165 derajat Fahrenheit di seluruh bagian. Bila tidak ada termometer, pastikan daging matang merata, cairan bening, dan tidak ada bagian yang mentah di dekat tulang.
Sisa hidangan sebaiknya segera didinginkan dan disimpan di kulkas. USDA menyebut bahwa ayam matang dapat dimakan dalam 3 sampai 4 hari, baik dingin maupun dipanaskan kembali hingga 165 derajat Fahrenheit. Panaskan hingga benar-benar mendidih di bagian tengah sebelum disantap.
Padanan Penyajian
Ayam kecap cabe ijo paling pas dengan nasi putih hangat. Untuk menyeimbangkan rasa, sajikan dengan lalapan mentimun, tumis kangkung, atau sayur bening. Untuk bekal, kuahnya sebaiknya dikentalkan agar tidak tumpah.
Catatan bagi yang Peka terhadap Pedas
Kapsaisin membuat cabai terasa pedas dan bisa memicu rasa tidak nyaman pada lambung sebagian orang. Bila lambung sensitif, kurangi cabai rawit, buang biji cabai hijau, dan jangan makan dalam keadaan perut kosong.