Jakarta -
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat, sepanjang Januari-Juni 2026 Toyota Indonesia mengapalkan 145,080 unit kendaraan ke pasar global. Angka ekspor mobil Toyota itu meningkat 10,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dan kini, Toyota Avanza dan Veloz jadi model yang paling banyak di ekspor ke luar negeri.
Dalam siaran resmi Toyota dijelaskan, pertumbuhan ekspor selama paruh pertama 2026 didorong permintaan pasar yang tetap kuat dari berbagai negara tujuan.
Kawasan Asia menjadi tujuan ekspor terbesar dengan kontribusi mencapai 57,8% dari total ekspor Toyota Indonesia, diikuti oleh kawasan Amerika sebesar 29,5%, dan kawasan Timur Tengah 12,0%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Model Toyota Avanza dan Veloz memberikan kontribusi ekspor sebanyak 32.571 unit dari Januari hingga Juni 2026, dan ini menjadi model yang paling diminati di luar negeri. Selanjutnya disusul Toyota Raize sebanyak 26.082 unit, dan Toyota Yaris Cross sebesar 20.441 unit.
"Keberlanjutan kinerja ekspor sangat bergantung pada inovasi yang berkesinambungan serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan regulasi dan preferensi konsumen di berbagai negara. Ke depan, kami akan terus memperluas penetrasi pasar, meningkatkan standar kualitas, serta memperkuat portofolio kendaraan berteknologi ramah lingkungan," ujar Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana.
Ekspor TMMIN Foto: dok. TMMIN
Tidak hanya pilihan kendaraan bensin, pilihan kendaraan ramah lingkungan Toyota juga semakin digemari di berbagai negara. Tercatat Kijang Innova Zenix Hybrid Electricfied Vehicle (HEV) dan Yaris Cross Hybrid EV, dibandingkan Januari-Juni 2026 terhadap periode yang sama di tahun sebelumnya, Toyota Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 46,4% menjadi 12.693 unit.
Secara kumulatif dari tahun 2023, kedua model tersebut telah diekspor ke berbagai negara dengan total volume melampaui 62.906 unit.
Melalui berbagai langkah tersebut, Toyota Indonesia optimistis dapat memperkuat fondasi ekspor jangka panjang sekaligus mendorong pengembangan ekosistem manufaktur nasional agar semakin kompetitif dalam memanfaatkan peluang di industri otomotif global.
(lth/rgr)